Program Mudik ke Jakarta 2026 Raih Transaksi Rp 21 Triliun

Hendra M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Program Mudik ke Jakarta 2026 Raih Transaksi Rp 21 Triliun

Gambar atau konten salah?

Program “Mudik ke Jakarta diluncurkan pada tahun 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi di ibu kota selama libur Lebaran. Kementerian Pariwisata mengapresiasi inisiatif ini, menegaskan bahwa program tersebut berhasil memobilisasi pergerakan wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi.

Menurut Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, sekitar 4,2 juta warga memilih tetap berada di Jakarta selama periode Lebaran. “Memang benar dari data ditunjukkan ada sekitar 4 juta lebih masyarakat di Jakarta yang tidak akan mudik, mereka tetap di Jakarta,” ujar Made dalam rilis yang diterima pada 27 Maret 2026. Ia menambahkan, “Setelah hari raya, biasanya kan masih ada liburnya, di sekitar Jakarta atau bahkan dari luar, itu diharapkan terus ke Jakarta untuk berlibur.”

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa nilai transaksi selama program “Mudik ke Jakarta” mencapai puluhan triliun. Ia menyatakan, “Program Mudik ke Jakarta berlangsung sampai dengan tanggal 31 Maret dengan melibatkan berbagai kolaborator seperti Citilink, KAI, hotel, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, dan berbagai promo. Sampai dengan sebelum Lebaran kemarin, rekor transaksinya sudah Rp 21 triliun,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada 25 Maret 2026.

Pramono optimistis angka tersebut akan meningkat di hari-hari berikutnya. “Kami berharap mudah-mudahan sampai dengan 31 Maret nanti bisa di atas Rp 25 triliun, mudah-mudahan,” ujar dia. Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya diminati warga Jakarta, tetapi juga diikuti oleh sejumlah provinsi lain.

Beberapa daerah mulai mengadopsi dan menjalankan konsep serupa untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. “Program Mudik ke Jakarta juga ternyata diikuti oleh berbagai provinsi, di antaranya adalah dari Semarang dengan transaksi Rp 8 miliar, kemudian Surabaya Rp 6,2 miliar, dan seterusnya,” kata Pramono.

Pemerintah DKI menilai antusiasme masyarakat datang ke Jakarta usai libur Lebaran turut mendongkrak jumlah kunjungan ke berbagai lokasi wisata, seperti Monas, Ragunan, dan Ancol, yang semuanya mencatat kenaikan signifikan dalam tiga hari terakhir.

Pramono menegaskan bahwa seluruh rangkaian program ini menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi usai libur Lebaran dengan tetap menjaga pelayanan publik di ibu kota. “Kami melihat respon masyarakat sangat baik dan semuanya berjalan lancar. Mudah-mudahan sampai akhir bulan ini transaksinya semakin meningkat,” kata Pramono.

Program ini menunjukkan bahwa inisiatif pemerintah dapat memicu aktivitas ekonomi lokal, sekaligus memfasilitasi warga untuk tetap menikmati liburan di kota tanpa harus mudik jauh. Dengan nilai transaksi yang telah mencapai Rp 21 triliun, harapan akan melampaui Rp 25 triliun menandakan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Jakarta dan sekitarnya.

Mudik ke JakartaLebaranEkonomiPariwisataTransaksi triliunGubernur DKI JakartaPerputaran ekonomi

Komentar

Memuat komentar...