PT Timah Siap Tender Pabrik Tanah Jarang 20 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
20 Mei 2026 akan menjadi hari penting bagi PT Timah (Persero) Tbk (TINS). Pada tanggal itu, perusahaan akan memulai tenderan pabrik pengolahan mineral tanah jarang, sebuah langkah yang diharapkan dapat menambah pendapatan negara.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, menegaskan bahwa proyek ini harus menghasilkan uang dalam waktu dua tahun. Ia mengatakan, "Groundbreaking-nya nanti akan dilakukan pada 20 Mei dan Pak Presiden sudah memerintahkan harus monetisasi, selama paling cepat atau paling lambat 2 tahun harus ada produk monetisasinya. Artinya sudah bisa menghasilkan uang untuk negara," ujarnya saat rapat bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 31 Maret 2026.
Restu menambahkan bahwa pengembangan mineral tanah jarang masih baru bagi PT Timah. Namun, ia percaya pengalaman puluhan tahun perusahaan dalam mengelola timah memberi dasar kuat. Ia berkata, "Bagi kami di Timah, mineral tanah jarang juga barang sangat baru, sehingga kami juga belajar. Kami yakin, pengalaman PT Timah selama puluhan tahun mengelola timah ini, saya yakin sudah banyak yang diketahui oleh teman-teman di Timah. Hanya yang dibutuhkan di Timah adalah rasa pede untuk siap dan berani mengelola," jelasnya.
PT Timah juga tergabung dalam konsorsium PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas. Dalam konsorsium ini, peran Timah adalah mensuplai mineral tersebut. Restu menegaskan, "Untuk kami beruntung sekarang ada partner kami yang sebelumnya kami puluhan tahun sendirian. Sekarang sudah ada Perminas yang dibentuk oleh pemerintah dalam beberapa bulan ini dan sudah mulai bersama dengan kami untuk mengeksekusi program-program pemerintah," pungkasnya.
Dengan dukungan pemerintah dan konsorsium Perminas, PT Timah berusaha menyiapkan produksi mineral tanah jarang yang dapat segera menghasilkan pendapatan bagi negara dalam dua tahun ke depan. Proyek ini menandai langkah awal perusahaan menuju diversifikasi komoditas dan kontribusi ekonomi yang lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
