Pusri Palembang: Bank Sampah Sehati Kurangi Sampah TPA 10%
Gambar atau konten salah?
Palembang menjadi saksi nyata komitmen PT Pusri Palembang, bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam mendukung ekonomi sirkular. Pada tahun 2025, perusahaan ini memulai Program Bank Sampah Sehati di Kelurahan 3 Ilir. Program ini muncul sebagai solusi atas keterbatasan ruang di Tempat Pengolahan Akhir (TPA), yang seringkali menjadi masalah di banyak wilayah.
VP TJSL Pusri Rahmawati menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong ekonomi sirkular sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku pengelolaan sampah dapat membawa nilai ekonomi bagi warga.
“Program Bank Sampah Sehati merupakan wujud nyata komitmen Pusri dalam mendukung penerapan circular economy di tingkat masyarakat. Melalui program ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Dengan adanya Program Bank Sampah Sehati, tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang buangan, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna. Pusri berharap program ini dapat terus berkembang dan direplikasi di wilayah lain, sehingga dapat memberikan dampak lebih luas dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Program ini dipimpin oleh Asmuni, seorang local hero yang peduli terhadap isu lingkungan. Inisiatif ini resmi berjalan pada tahun 2025, setelah penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah antara unsur Muspika setempat dan Pusri pada 10 Agustus 2023.
Hingga kini, Bank Sampah Sehati telah memiliki 522 nasabah yang merupakan warga Kelurahan 3 Ilir. Melalui program ini, masyarakat berhasil mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA hingga rata-rata 1–2 ton per bulan.
Implementasinya dilakukan secara terintegrasi. Sampah anorganik dipilah dan dikirim ke Bank Sampah Induk untuk didaur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos. Pupuk ini dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, khususnya untuk kegiatan pertanian dan penghijauan lingkungan.
Peran aktif Asmuni sebagai penggerak juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia tidak hanya mengelola bank sampah, tetapi juga menjadi mentor bagi warga dalam mengedukasi cara pemilahan sampah yang benar, sehingga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Program Bank Sampah Sehati menunjukkan langkah konkret perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Dengan pendekatan terintegrasi dan dukungan komunitas, program ini berhasil mengurangi beban TPA dan menciptakan nilai ekonomi bagi warga Palembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Peralihan Listrik MEP ke PLN Lampaui Target, Capai 102%
Musim Kemarau Sumsel Dimulai, Hujan Lokal Masih Berpotensi
Content Creator Wajib Punya NIB, Ini Aturan Baru 2026
300 Personel Siaga Hadapi Karhutla di OKU Sumsel
Jumat Palembang: Khutbah Menyoroti Keutamaan Bulan Muharram
56.719 Pelanggan MEP Beralih ke PLN Musi Banyuasin Sukses
Berita Terbaru
60 UMKM Betawi-Pecinan siap jajaki malam di Glodok
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Harga Baru Cuma Setengah dari Harga Pasar
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Abu Bakar Ba'asyir Hadir di Milad Seabad Gontor
Teka-teki batang korek api: hanya satu geseran bisa ubah semuanya
Minyak Goreng 66 Tahun: Rahasia Lezat atau Risiko Kanker?
LeCun Sebut xAI Gagal, Tak Mampu Saingi Perusahaan AI Lain
PKN STAN Buka Pendaftaran SPMB-PT 2026 untuk Alumni
