Rahasia Lompatan Tinggi Benjamin Sesko Terungkap
Gambar atau konten salah?
Benjamin Sesko, penyerang berusia 22 tahun, mulai menunjukkan potensi besar di Manchester United. Ada anggapan bahwa ia bisa sehebat Dimitar Berbatov di masa depan.
Dua keunggulan utama Sesko sebagai penyerang adalah kecepatan dan kemampuan melompat. Kecepatan larinya sudah terlihat saat Manchester United mengalahkan Everton beberapa waktu lalu. Sementara itu, kemampuan melompatnya sering dibahas di media sosial, bahkan memberinya julukan 'Airlines' karena aksinya yang seperti terbang.
Kisah di balik julukan Benjamin Sesko 'Airlines' ini terungkap dari sebuah video lama. Sekitar 9 tahun lalu, saat masih di Slovenia pada (16 September 2014), Sesko mengunggah video dirinya melompat sangat tinggi, mampu menendang bola ke ring basket. Video tersebut menjadi pembuka jalan bagi kariernya, membawanya menimba ilmu di Red Bull Salzburg di Austria, sebelum akhirnya pindah ke Leipzig.
Lalu, apa rahasia di balik lompatan tingginya? Selain postur tubuhnya yang tinggi mencapai 195 cm, otot kuat menjadi faktor penunjang utama yang memungkinkannya melompat lebih tinggi dari pemain lain.
Untuk menjaga massa ototnya, Sesko sangat memperhatikan asupan makanan tinggi protein. Menu sarapannya cukup padat: empat telur goreng, yogurt dicampur beri, muesli, dan jus buah segar.
Saat makan siang, ia mengonsumsi ayam, nasi, wortel, dan brokoli, ditemani dua potong roti, dan ditutup dengan salad buah berisi mangga, semangka, dan nanas. Makan malamnya terdiri dari salmon dengan kentang, serta salad tomat dan mentimun. Sebelum tidur, ia kembali mengonsumsi muesli, kali ini ditambah keju Quark, kacang mete, buah kiwi, dan blueberry.
Sesko menekankan pentingnya rasa percaya diri untuk memaksimalkan semua kemampuannya. Ia menyatakan selalu tampil percaya diri saat bermain untuk Manchester United.
"Saya percaya pada diri saya sendiri, begitu juga pemain lain. Mereka tahu apa yang akan mereka dapatkan ketika saya masuk ke pertandingan," ujar Sesko kepada Sky Sports.
Kepercayaan diri ini didukung oleh semangat juangnya di lapangan, terlepas dari berapa lama waktu bermain yang diberikan oleh Michael Carrick. "Bagi saya, penting setiap kali masuk untuk mencoba membantu tim. Itu tujuan saya di sini. Entah itu lima menit atau 90 menit, itu tidak masalah," jelasnya. "Ini tentang menunjukkan bahwa saya bisa berkontribusi jika ada kesempatan. Saya sangat senang dengan hal itu," tutupnya.
Benjamin Sesko menunjukkan kombinasi fisik superior yang ia rawat melalui diet ketat, didukung oleh mentalitas siap tempur di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Mes Hilgers Kembali Latihan Bersama Skuad Garuda 2026
Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi
Kentut Saat Lari Biasa: Hindari Soda, Sayur Tertentu
Runner's Trot: Tips Menjaga Bahu Perut Pelari Pemula di Lomba
Runner's Trot: Bagaimana Kram Perut Menghentikan Pelari
Berita Terbaru
Rumor Nafkah Anak Rp500 Ribu Ditolak, Tuntutan Rp25 Juta
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu 26‑32°C, Waspada Panas
Herdman Pilih Ferarri Meski Cakupan Ringan Berdasarkan Profil
5 Juni 2026: Hari Baik untuk Kegiatan Adat dan Ritual Bali
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Tuan Rumah, Estadio Azteca
Sabar & Reza Raih Perempatfinal Indonesia Open di Istora
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
