Risiko Jantung Pemain Padel: Pentingnya Skrining Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Padel, olahraga yang berasal dari Meksiko, kini semakin digemari di Indonesia karena keseruannya dan kurangnya beban fisik dibandingkan olahraga lain. Namun, di balik kegembiraan itu, ada risiko fatal yang sering diabaikan, seperti kolaps di lapangan.
Secara medis, kolaps saat berolahraga dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi hingga gangguan jantung yang tidak terdeteksi. Banyak pemain padel belum benar-benar mengenal kondisi kesehatan pribadinya, sehingga potensi bahaya tersembunyi.
Dr. Sunanto, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals Lippo Village, menjelaskan bahwa pada beberapa kasus, kolaps dapat bermula dari plak jantung yang tidak disadari oleh pasien. Plak ini dapat membuat pembuluh darah menyempit, dan ketika pecah, dapat memicu pembekuan darah. Akibatnya, aliran darah terhenti total, menghasilkan serangan jantung di jantung atau stroke di otak.
“Jadi proses serangan jantung itu karena ada plak yang pecah, terjadi bekuan darah sehingga darah di dalam pembuluh itu berhenti total. Itu kalau di jantung, kami sebutnya serangan jantung. Kalau di otak, kami sebutnya stroke,” kata Dr. Sunanto saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa serangan jantung akibat pecahnya plak biasanya datang mendadak. Namun, tubuh sering memberi tanda-tanda sebelum kejadian. “Biasanya gejalanya sakit dada pada saat aktivitas. Misalnya jalan naik tangga dua lantai, dia akan merasa berat dadanya, napasnya berat. Tarik napas kok kayak kurang oksigen. Nah, itu gejala-gejala awal,” jelasnya.
Dr. Sunanto juga menyoroti bahwa sekitar 30 persen pasien mengalami penyempitan pembuluh darah tanpa gejala. “Tapi pada sekitar 30 persen, pasien ini ada penyempitan tapi nggak ada gejala, itu yang berat. Itu orang masih bisa main padel, masih bisa bulutangkis, tiba-tiba serangan. Nggak ada gejala tadinya,” tambahnya.
Untuk mengurangi risiko, ia menekankan pentingnya skrining kesehatan khususnya untuk jantung. Pemeriksaan yang disarankan meliputi EKG, tes darah (kolesterol, CRP), ekokardiogram (USG jantung), treadmill test, serta pencitraan canggih seperti CT Scan Cardiac dan MRI jantung. “Konsultasikan dengan dokter, untuk memilih metode paling tepat, sesuai umur Anda, sesuai faktor risiko, dan lain-lain,” tutupnya.
Dengan kesadaran dan pemeriksaan rutin, para pemain padel dapat menikmati olahraga ini tanpa mengorbankan kesehatan jantung mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Matcha Gen Z: 4 Manfaat Kesehatan Terbukti
6 Tanda Gula Darah Tinggi di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Kelelahan Tak Kunjung Reda? Waspada Diabetes
Tiga Kebiasaan Makan Ini Bikin Stres Makin Parah
Kuli Bangunan Mati Akibat Panas Ekstrem dan Kerusakan Ginjal
Pasca Mastektomi: Pemulihan Fisik, Emosional, dan PET‑CT
Berita Terbaru
Haaland Makan Jantung dan Hati Sapi, Ahli Sebut Bahaya
Gemblong Persahabatan Ludes 4.000 Per Hari, Usaha Keluarga Elah
Paraguay kalahkan Turki 1-0 meski kena kartu merah
Wabah Pes Prasejarah Ditemukan pada Pemburu-Pengumpul Siberia
Peralihan Listrik MEP ke PLN Lampaui Target, Capai 102%
Juru Parkir Gagalkan Curian Rp 3,6 M, Dapat Hadiah Umrah
Aktor 'Preman Pensiun' Cuk Nugroho Meninggal Dunia
Pria 35 Tahun di Tasikmalaya Dua Kali Kena Stroke
