Robot Multifungsi Uji di Metro Hefei, China Tampilkan AI

Jaka M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Robot Multifungsi Uji di Metro Hefei, China Tampilkan AI

Gambar atau konten salah?

China menguji sistem transportasi masa depan di metro Hefei, Provinsi Anhui, pada Rabu 08 April 2026. Uji coba ini menampilkan robot anjing, drone, dan robot humanoid yang beroperasi di jaringan kereta bawah tanah.

Robot-robot tersebut diklaim menjadi robot cluster pertama yang dapat bekerja di seluruh area stasiun dan jalur kereta. Mereka tidak bekerja sendiri‑sendiri, melainkan terhubung ke satu platform terpusat yang mengatur semua aktivitasnya.

Di platform itu, robot humanoid memberi informasi kepada penumpang, robot anjing berpatroli di peron, dan drone memantau area terowongan. Platform robot ini terutama beroperasi di tiga area: layanan di stasiun, inspeksi kereta, dan inspeksi terowongan, ujar Dai Rong, Direktur Science and Education Center di Hefei Rail Transit.

Fungsi utama robot ini adalah melakukan inspeksi teknis yang biasanya sulit dan berbahaya bagi manusia. Di bawah kereta, robot otonom bergerak di jalur sempit untuk memeriksa komponen seperti roda dan baut menggunakan kamera resolusi tinggi dan sensor ultrasonik. Dengan sistem ini, potensi kerusakan dapat terdeteksi lebih cepat tanpa menunggu pemeriksaan manual yang memakan waktu lama.

“Kami berharap teknologi ini bisa membantu staf, meningkatkan efisiensi kerja, dan mengurangi beban kerja,” kata Dai Rong. Ia menekankan bahwa robot tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk membantu pekerjaan berat dan repetitif.

China berencana meningkatkan kemampuan sistem ini dengan teknologi AI yang lebih canggih. Robot‑robot tersebut nantinya akan dibekali ‘otak pusat’ berbasis model bahasa besar (Large Language Model) agar dapat mengambil keputusan secara lebih akurat dalam situasi kompleks. “Kami ingin memberikan ‘otak’ yang lebih baik agar robot bisa merespons situasi abnormal dengan lebih akurat,” sebut Luo Lei, supervisor senior di pusat tersebut.

Penggunaan robot di metro ini menandai masuknya kecerdasan buatan ke infrastruktur publik. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga berpotensi meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi.

Jika terus dikembangkan, sistem seperti ini dapat menjadi standar baru di kota‑kota besar dunia, tempat manusia dan robot bekerja berdampingan untuk mengelola transportasi yang semakin kompleks.

Inilah gambaran awal bagaimana robot dan AI dapat memperbaiki operasi transportasi publik, mengurangi risiko bagi manusia, dan meningkatkan kecepatan serta akurasi inspeksi infrastruktur.

robot anjingdronerobot humanoidinspeksi keretainfrastruktur publikAILarge Language Model

Komentar

Memuat komentar...