Runner's Trot: Bagaimana Kram Perut Menghentikan Pelari

Fajar H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Runner's Trot: Bagaimana Kram Perut Menghentikan Pelari

Gambar atau konten salah?

Saat berlari jarak jauh, banyak pelari merasakan rasa mules yang tiba‑tiba muncul. Rasa ini bisa muncul menjelang atau di tengah perlombaan, sehingga pelari harus memutuskan apakah akan berhenti mencari toilet atau melanjutkan lari meski tidak mencapai personal best.

Fenomena ini sering disebut runner's trot di kalangan pelari. Gejalanya meliputi perut mulas, kram, mual, kentut berlebihan, hingga diare mendadak di tengah lomba.

Spesialis kedokteran olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, menjelaskan bahwa dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai exercise‑induced gastrointestinal distress.

Salah satu penyebab utama munculnya mules adalah splanchnic ischemia. Saat lari intensitas tinggi, tubuh memprioritaskan aliran darah ke otot kerja dan kulit untuk mengeluarkan panas, sehingga aliran darah ke usus dapat turun hingga 80 persen. Usus yang kekurangan oksigen menjadi lebih sensitif, motilitasnya kacau, dan permeabilitasnya meningkat.

Menurut dr Andi, “Ambang batas di mana splanchnic ischemia jadi signifikan ada di sekitar 60‑70 persen VO2max ke atas.” Ia menambahkan bahwa kebanyakan pelari berlari dengan kecepatan yang berada di atas ambang tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa banyak pelari hanya mengalami runner’s trot pada hari lomba, bukan saat latihan.

Dengan kata lain, semakin tinggi intensitas lari, semakin besar redistribusi darah dari usus, dan risiko mules pun meningkat. Pengetahuan ini membantu pelari merencanakan strategi, seperti memilih kecepatan yang lebih moderat atau melakukan latihan khusus untuk memperkuat sistem pencernaan.

Mules pada lomba bukanlah hal yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola dengan memahami mekanisme tubuh dan menyesuaikan kecepatan lari. Pelari yang menyadari batas tubuhnya cenderung mengurangi kejadian runner's trot dan menjaga performa optimal.

runner's trotmulessplanchnic ischemiaVO2maxintensitas lariredistribusi darahstrategi kecepatan

Komentar

Memuat komentar...