Runner’s Trot: Penyebab dan Cara Hindari Sakit Perut Lari

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Runner’s Trot: Penyebab dan Cara Hindari Sakit Perut Lari

Gambar atau konten salah?

Banyak pelari yang merasakan mules dan sakit perut menjelang lomba. Fenomena ini sering muncul pada acara lari pagi, bahkan ada yang sampai tidak dapat menahan buang air besar di celana. Di media sosial, topik ini menjadi hangat karena banyak orang yang mengalami hal serupa.

Runner's Trot adalah istilah medis untuk kondisi ketika seseorang merasakan dorongan kuat untuk buang air besar selama atau tepat setelah berlari. WebMD menjelaskan bahwa dorongan ini dapat sampai tidak tertahankan, sehingga menyebabkan runner's diarrhea. Biasanya, lomba lari dimulai pagi hari, saat kebanyakan orang Indonesia biasanya melakukan buang air besar.

Runner's Trot lebih sering dialami pelari jarak jauh, wanita, dan pelari muda. Berikut gejala yang bisa muncul:

  • Kembung
  • Kram perut
  • Diare
  • Inkontinensia feses
  • Maag
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri dada
  • Keinginan kuat untuk buang air besar
  • Feses berdarah

Menurut Healthline, penyebab utama runner's trot berkaitan dengan aliran darah. Saat berolahraga, darah dialihkan ke otot-otot yang bekerja, sehingga aliran ke usus besar berkurang. Kekurangan oksigen dan nutrisi di usus dapat memicu diare mendesak dan kolitis iskemik. Dehidrasi juga memperparah kondisi ini.

Untuk menghindari runner's trot, pelari dapat melakukan beberapa langkah. Pertama, konsumsi obat-obatan tertentu seperti bismuth subsalicylate dan loperamide setelah berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Kedua, pilih makanan sebelum berlari dengan hati-hati. Healthline mengutip survei 2020 yang menunjukkan pelari menghindari daging, produk susu, ikan, seafood, unggas, dan makanan tinggi serat. Ketiga, hindari pakaian ketat yang dapat menghambat aliran darah ke saluran pencernaan.

Runner's trot adalah kondisi yang umum di dunia lari. Lebih sering terjadi pada pelari wanita, pelari muda, dan pelari jarak jauh. Penyebab utamanya adalah perubahan aliran darah selama berlari, yang dapat memicu gejala gastrointestinal. Dengan memilih makanan yang tepat, memakai pakaian yang nyaman, dan menggunakan obat yang sesuai, pelari dapat mengurangi risiko mengalami runner's trot.

runner's trotmulesdiaredehidrasialiran darahpencernaanobat loperamide

Komentar

Memuat komentar...