Rupiah Menguat, IHSG Naik 2,5% Saat Global Berkurang Pasar Indonesia
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara di Istana Kepresidenan pada Rabu, 08 April 2026 tentang penguatan rupiah.
Menurutnya, penguatan rupiah terjadi karena berkurangnya ketidakpastian global. Ia berkata, “Malah takut lu? Ketidakpastian global berkurang kan, itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3% tadi,”.
Purbaya menambahkan bahwa bila kondisi global membaik, fundamental ekonomi Indonesia akan terlihat. Ia menyatakan, “Kalau global, dan bagus kondisinya jadi kalau sentimen hilang ya udah kelihatan lagi fondasi fundamental ekonominya,”.
Pada perdagangan pagi ini, dolar AS melemah di hadapan rupiah. Meskipun begitu, mata uang Paman Sam tetap berada di level Rp 17.000‑an. Data Bloomberg menunjukkan dolar AS turun 0,58% menjadi Rp 17.006 pada awal perdagangan.
IHSG juga menguat. Menurut RTI, indeks berada di 7.143,00 pada pukul 09.05 WIB, naik 2,47% atau 171,98 poin.
Kondisi pasar menandakan bahwa sentimen investor kembali stabil setelah ketidakpastian global menurun. Pergerakan rupiah dan saham menunjukkan sinyal positif bagi ekonomi domestik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG dan Rupiah Anjlok, MSCI Beri Sinyal Penurunan Status Pasar Modal
OJK Denda Tiga Emiten Rp 2,1 Triliun
OJK Tanggapi Rencana Penurunan Status BEI oleh MSCI
IHSG Anjlok 11% Usai MSCI Ancam Turunkan Status Pasar RI
Dolar AS Tembus Rp 18.000, BI Intervensi Pasar
MSCI Usulkan Indonesia Turun Kelas, Investor Diminta Tenang
