Rusia Dapat Untung Besar Dari Naiknya Harga Minyak Global
Gambar atau konten salah?
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari US$100 per barel setelah penutupan Selat Hormuz pada 28 Februari 2026. Sebelumnya harga berada di sekitar US$65.
Penutupan jalur ini dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Pasokan global menurun, sehingga harga naik drastis.
Reaksi AS: pemerintah memutuskan untuk melonggarkan sanksi sementara terhadap pembelian minyak Rusia. Langkah ini dimaksudkan menambah pasokan di pasar dunia dan menekan kenaikan harga.
Menurut Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Rusia diperkirakan mendapat tambahan pendapatan hingga US$777 juta (setara Rp13,15 triliun) dari penjualan minyak selama dua minggu pertama konflik.
Analisis energi independen, George Voloshin, menilai Rusia menjadi penerima manfaat utama karena kekosongan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz. Ia mengatakan, “Rusia dapat memaksimalkan ekspor dan pendapatan negara.”
Minyak mentah Urals, yang memiliki karakter medium‑sour, sangat dicari oleh industri global. India menjadi negara pertama yang mendapatkan pengecualian terbatas untuk membeli minyak Rusia yang belum disalurkan ke pasar.
Beberapa tanker yang awalnya ditujukan ke pelabuhan China mengubah arah ke India. Voloshin menjelaskan, “India mencari kargo bermasalah dengan harga diskon untuk mengisi cadangan strategis dan memenuhi permintaan domestik.”
Jika konflik berlanjut dan belum ada sumber minyak lain yang mudah diakses, negara-negara dunia kemungkinan akan terus membeli minyak Rusia. Voloshin menyatakan, “Importir utama seperti India mungkin akan terus membeli minyak Rusia untuk mencegah keruntuhan ekonomi domestik.”
Ringkasan: Konflik AS‑Israel melawan Iran menutup Selat Hormuz, memaksa harga minyak naik. AS melonggarkan sanksi sementara bagi pembelian minyak Rusia, memberi Rusia peluang ekspor besar. India menjadi penerima pertama pengecualian. Jika konflik berlanjut, permintaan minyak Rusia diharapkan tetap tinggi, menguntungkan Rusia secara finansial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
