Sapi Limousin Pesawahan Jadi Hewan Kurban 2026 Indonesia
Gambar atau konten salah?
Di Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Sidoarjo, sebuah sapi limosin berukuran besar menjadi pusat perhatian. Peternak bernama Koyik memelihara sapi ini selama lebih dari empat tahun, lalu akhirnya sapi tersebut dipilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Idul Adha 2026.
Menurut dr H Erwin Priatmoko, Kepala Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, sapi ini dipilih sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada peternak lokal. “Program Banpres dari Presiden RI ini setiap kabupaten/kota mendapat satu ekor sapi. Dipilih dari peternak lokal agar peternak semakin semangat dan berkembang,” ujarnya kepada wartawan di Porong pada 20 Mei 2026.
Erwin menjelaskan bahwa sapi limosin milik Koyik telah melewati pemeriksaan kesehatan ketat. “Kondisinya sangat sehat, bugar dan segar. Tidak ditemukan gejala penyakit menular seperti PMK maupun LSD. Jadi sangat layak dan direkomendasikan untuk hewan kurban,” jelasnya. Pemeriksaan ini memastikan bahwa sapi tersebut tidak membawa penyakit yang dapat menular ke manusia.
Perawatan sapi dilakukan secara rutin. Peternak tidak menggunakan obat kimia, melainkan hanya memberi vitamin selama tiga sampai empat hari karena zatnya cepat hilang dalam tubuh. Fokus utamanya adalah pakan berkualitas dan pemeliharaan rutin sesuai arahan pemerintah. “Tidak diberi obat kimia, hanya vitamin selama tiga sampai empat hari karena zatnya cepat hilang dalam tubuh. Fokusnya memang di pakan berkualitas dan pemeliharaan rutin sesuai arahan pemerintah,” tambah Erwin.
Berat sapi ini telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Dua minggu lalu, sapi tersebut ditimbang mencapai 980 kilogram. Saat ini, beratnya diperkirakan sudah menembus lebih dari satu ton. “Pertumbuhan berat badannya stabil. Sekarang kemungkinan sudah di atas 1 ton,” tambahnya.
Rencana selanjutnya adalah menyerahkan sapi bantuan presiden ke salah satu masjid di Kecamatan Jabon. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada pertimbangan pemerataan bantuan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. “Atas arahan Pak Bupati disalurkan ke Kecamatan Jabon karena dinilai layak menerima bantuan daging kurban. Ini juga jatah pertama untuk wilayah Jabon,” terangnya.
Peternak Koyik mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka sapi peliharaannya akan dipilih sebagai hewan kurban Presiden. Ia baru mulai menekuni peternakan sapi sekitar tiga tahun yang lalu. “Saya awalnya tidak menyangka sama sekali. Baru pertama kali ini sapi saya dibeli untuk Presiden,” kata Koyik.
Ia menceritakan bahwa sapi limosin tersebut dibeli saat masih kecil dari Probolinggo dengan harga sekitar Rp 14 juta. Setelah dirawat selama lebih dari empat tahun, sapi itu akhirnya terjual dengan harga Rp 102 juta. “Awalnya ditawar Rp 105 juta, akhirnya deal Rp 102 juta. Yang membeli perwakilan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Hasil penjualan sapi tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan usaha peternakannya. “Uangnya tidak dipakai habis, rencananya untuk beli bibit lagi supaya usaha ternak saya bisa lebih besar,” pungkasnya.
Program Banpres ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung peternak lokal sekaligus memastikan ketersediaan daging kurban yang sehat bagi masyarakat. Dengan satu ekor sapi per kabupaten/kota, pemerintah berharap dapat memperkuat jaringan peternakan di tingkat daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sapi limosin Koyik menjadi contoh bagaimana dukungan pemerintah dapat memberikan dampak positif bagi peternak kecil dan masyarakat yang membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Vietnam U-19, Raih Semifinal
Sidoarjo: Kota Delta, Hati Besar Perikanan Jawa Timur
Truk Towing Menabrak Dump Truk di Tol Gempas, Sopir Terluka
Gudang Plastik Bekas di Jabon Tumbang Terbakar, 11.25 WIB
Polres Lamongan Tangkap 21 Kendaraan Brong di Babat
Surabaya: Empat Stasiun Utama, Sejarah Perkeretaapian Kota
