Selat Hormuz Tutup, Ekspor Minyak Irak Tenggelam dari Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Perang antara Amerika Serikat dan Iran membuat Selat Hormuz terhenti, sehingga ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah jatuh drastis. Menteri Perminyakan Irak, Basim Mohammed, mengungkapkan bahwa pada April 2026 Irak hanya mengekspor sekitar 10 juta barel melalui Selat Hormuz. Angka tersebut turun tajam bila dibandingkan dengan periode sebelum konflik, ketika ekspor minyak Irak mencapai sekitar 93 juta barel per bulan.
Selain Irak, penutupan Selat Hormuz juga menurunkan ekspor minyak dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. “Ekspor melalui Selat Hormuz rendah dan bergantung pada kedatangan kapal tanker minyak, yang tidak masuk karena masalah asuransi,” kata Basim Mohammed, dikutip dari Reuters, Minggu (17 Mei 2026).
Karena kondisi tersebut, Irak beralih ke jalur pipa minyak Kirkuk‑Ceyhan untuk mengimpor mentahnya. Pipa ini kembali dibuka pada Maret 2026 setelah Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdistan sepakat memulai aliran minyak kembali. “Kami mengekspor 200 000 barel melalui pelabuhan Ceyhan (Turki), dan kami memiliki rencana untuk meningkatkannya menjadi 500 000 barel,” ujarnya.
Baghdad juga sedang bernegosiasi dengan Ankara mengenai perjanjian kerja sama baru yang mencakup proyek hulu dan hilir, memperluas kesepakatan sebelumnya yang terbatas pada ekspor minyak mentah.
Irak tengah berunding dengan perusahaan-perusahaan Amerika, termasuk Chevron, ExxonMobil, dan Halliburton, mengenai pengembangan proyek minyak dan gas. Basim Mohammed mendesak perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera menandatangani kontrak guna membantu mengamankan pendapatan yang signifikan bagi Irak.
Selain itu, Irak berencana terlibat dengan OPEC untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor. Menteri itu menambahkan, “Kami sedang berdialog dengan OPEC untuk meningkatkan kapasitas ekspor Irak. Ketika ekspor meningkat dan batasan ekspor dengan OPEC terbuka, kami akan mendatangkan pendapatan finansial yang signifikan bagi Irak.”
Baghdad bertujuan mencapai kapasitas produksi 5 juta barel per hari melalui dialog ini, menandai langkah penting dalam upaya menstabilkan ekonomi minyak negara tersebut di tengah ketidakpastian pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Wamen Imipas Ditahan
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
Berita Terbaru
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
