Setelah Lebaran, Penasaran Cara Menjaga Berat Badan
Gambar atau konten salah?
Setelah lebaran, banyak orang merasa bersalah karena menelan makanan tinggi kalori. Mereka pun langsung memikirkan cara menebusnya, seringkali lewat “olahraga brutal” yang menargetkan pembakaran kalori maksimum.
Dr dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO, Subsp A.P.K, MARS, seorang praktisi kedokteran olahraga, tidak menyarankan langsung melatih tubuh dengan intensitas tinggi. Ia menegaskan, “Bagaimanapun, yang bener adalah start low go slow,” ketika berbicara di program pagi, Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam penjelasan, dr Tata menggunakan istilah progressive overload dan overload untuk menekankan bahwa beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. “Kita harus menaikkannya secara bertahap,” ujarnya, menekankan pentingnya memulai dari yang paling ringan lalu perlahan meningkat.
Jika seseorang memaksakan hasil cepat dalam waktu singkat, dr Tata mengingatkan bahwa hasilnya tidak akan memuaskan. Ia menyarankan pendekatan pelan‑pelan, tetap konsisten, dan berkelanjutan.
Menurut dr Tata, perubahan pola hidup tidak hanya terjadi saat lebaran. “Sejak sebulan sebelumnya, selama puasa ada banyak perubahan yang berdampak pada metabolisme tubuh, dan termasuk juga berat badan,” jelasnya, menyoroti dampak puasa terhadap tubuh.
Ia menekankan tantangan terbesar adalah kembali ke pola hidup yang lebih aktif dan lebih konsisten. Menurutnya, kunci kesuksesan terletak pada kebiasaan rutin, bukan sekadar latihan intens dalam waktu singkat.
Perubahan pola hidup sehat memerlukan pendekatan bertahap dan konsisten, bukan semata-mata latihan intens dalam waktu singkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
