Setu Babakan: Perahu Dayung & Budaya Betawi Jakarta Selatan

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Setu Babakan: Perahu Dayung & Budaya Betawi Jakarta Selatan

Gambar atau konten salah?

Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menawarkan pelarian sederhana dari hiruk‑huruk kota. Tempat ini tidak hanya kaya akan budaya Betawi, tetapi juga menampilkan danau tenang yang cocok untuk berperahu kayuh atau perahu bebek.

Di tepi danau, deretan perahu dayung berwarna‑warni menonjol. Setiap perahu dirancang menyerupai makhluk laut seperti singa laut, kuda laut, dan pelikan, menambah nuansa menarik bagi pengunjung. Mereka dapat mengayuh perlahan, menikmati udara segar sambil melihat pepohonan hijau menyelimuti perairan.

Harga tiket di Setu Babakan bersifat per orang, bukan per perahu. Ati, petugas loket, menjelaskan: “Dewasa/Remaja (13 tahun ke atas): Rp15.000 per orang. Anak-anak (3‑13 tahun): Rp10.000 per orang. Batita (Di bawah 3 tahun): Gratis.” Ia juga menegaskan kapasitas maksimal satu perahu adalah empat orang, terdiri dari dua dewasa dan dua anak. Satu unit ini kapasitasnya paling banyak maksimal empat orang, (terdiri dari) dua dewasa dan dua anak‑anak,” ujarnya.

Untuk anak-anak, pengelola mewajibkan pendampingan orang dewasa. “Kalau lagi ramai itu, harus ada dewasanya minimal satu orang. Anak‑anak nggak bisa naik sendiri kalau lagi ramai,” tegas Ati. Pembayaran dapat dilakukan dengan tunai, transfer bank, atau QRIS. Namun, beberapa waktu lalu, sistem QRIS di lokasi mengalami kendala, sehingga pengunjung disarankan menyiapkan metode lain.

Waktu operasional diatur secara terpisah agar tetap aman. Setu Babakan terbuka setiap hari dengan tiga sesi: Pagi (08.00‑11.00 WIB), Istirahat Dzuhur (11.00‑13.00 WIB), dan Sore (13.00‑16.30 WIB). Kita kan Dzuhur nggak boleh di dalam air. Iya, jadi buka lagi jam satu sampai setengah lima sore,” jelas Ati, menegaskan pentingnya menghormati waktu ibadah.

Keamanan menjadi prioritas utama. Enam staf lapangan dibentuk sebagai tim penyelamat, bersama dua petugas loket yang mengawasi 20 perahu yang beroperasi. Setiap minggu, perahu dipelihara dengan pengurasan air tergenang dan perbaikan kebocoran bila diperlukan. Pihak pengelola terus memantau kondisi cuaca secara cermat.

Jika cuaca menjadi kurang bersahabat, pengelola segera menutup operasional. “Udah warning agak gelap, ada suara petir, kita langsung cut (tutup) dulu sementara. Nanti kalau udah agak cerah lagi baru kita buka lagi,” tambah Ati, menegaskan komitmen menjaga keselamatan pengunjung.

Untuk yang menginginkan suasana lebih sepi, datanglah pada hari kerja. “Jika traveler ingin suasana yang lebih sepi dan tenang, datanglah pada hari kerja (weekdays).” Saat ini, kunjungan harian berkisar antara Rp150.000 hingga Rp500.000, biasanya mulai ramai di sore hari. Kepadatan puncak terjadi di akhir pekan, ketika ratusan orang menyewa perahu.

Setu Babakan tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya Betawi dan kegiatan air yang terjangkau. Dengan harga yang bersahabat, fasilitas yang aman, dan suasana yang menenangkan, tempat ini cocok untuk keluarga, pasangan, atau teman sekamar yang ingin melepas penat.

Kesimpulannya, Setu Babakan menawarkan kombinasi budaya, alam, dan rekreasi air yang mudah diakses. Dengan tarif yang jelas, kapasitas terbatas, dan kebijakan keamanan yang ketat, pengunjung dapat menikmati danau tanpa khawatir. Keberadaan tim penyelamat dan pemeliharaan rutin menambah rasa aman bagi semua yang datang.

Setu Babakanbudaya Betawidanauperahu dayungharga tiketQRISjam operasionalkeamanan

Komentar

Memuat komentar...