STS Kalbut Transfer 44,839 MT LPG ke Gresik, Surabaya, Banyuwangi
Gambar atau konten salah?
44.839 metrik ton LPG tiba di fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur pada 08 April 2026. Muatan ini kemudian dibagi ke beberapa wilayah. Gresik menerima 10.000 metrik ton ditambah 1.000 metrik ton suplai dari kilang TPPI. Surabaya mendapat 8.000 metrik ton dan masih dalam proses bongkar. Banyuwangi menerima 2.500 metrik ton.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa distribusi LPG menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia berkata, “Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus tersalurkan dan terdistribusi secara merata. Melalui dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.”
Distribusi LPG dilaksanakan lewat jalur laut dan darat, mulai dari armada kapal hingga skid tank. Pengawasan dilakukan di SPPBE, agen, dan pangkalan untuk menjaga ketersediaan stok.
STS Kalbut berfungsi sebagai titik transfer LPG dari kapal induk ke kapal yang lebih kecil untuk didistribusikan ke berbagai daerah. Fasilitas ini telah beroperasi sejak 1995 dan menjadi bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut STS Kalbut melayani distribusi ke berbagai wilayah. Ia mengungkapkan, “Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi.”
Di wilayah Jatimbalinus, distribusi LPG dari Kalbut menjangkau sejumlah terminal, antara lain Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima, dengan kapasitas suplai antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton.
Dengan sistem STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG dapat tersebar secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, mendukung ketahanan energi nasional dan memudahkan akses ke daerah-daerah terpencil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
