Taksi Hijau Green SM Tabrak Rel KRL Bekasi, 1 Meninggal

Wati N. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Taksi Hijau Green SM Tabrak Rel KRL Bekasi, 1 Meninggal

Gambar atau konten salah?

Insiden maut kereta api di Bekasi, Jawa Barat terjadi pada 27 April 2026 ketika sebuah mobil taksi hijau, operator Green SM asal Vietnam, menabrak rel KRL Bekasi‑Cikarang di perlintasan JPL 85. Taksi tersebut diduga menerobos perlintasan saat kereta hampir lewat, memaksa seluruh rangkaian KRL berhenti dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) kode 5181. Operasi ini menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) yang melintasi jalur Jakarta‑Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KRL PLB 5568 yang sedang berhenti.

Setelah kejadian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa beliau telah meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut. “Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah‑mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur pada 28 April 2026.

Rencana evaluasi Green SM sudah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam keterangan resmi, Menteri Perhubungan menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan melalui Dirjen Perhubungan Darat untuk menilai keterlibatan perusahaan taksi tersebut.

Insiden ini diduga bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) Bekasi‑Cikarang menabrak mobil taksi di perlintasan sebidang. Taksi yang ditabrak adalah taksi Green SM di perlintasan JPL 85. Kabarnya taksi tersebut menerobos perlintasan ketika kereta mau lewat, memaksa penumpang dan pengemudi KRL dievakuasi. Akibatnya, KRL harus berhenti dan diberi status PLB, memicu gangguan pada jadwal reguler.

Menanggapi kejadian, Kemenhub memanggil manajemen Green SM pada 27 April 2026 untuk klarifikasi. Tujuannya adalah meninjau kondisi perlintasan Stasiun Bekasi Timur dan memastikan tidak ada penyebab lain yang berkontribusi pada kecelakaan antara Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta‑Cikarang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengumumkan pembentukan tim khusus untuk mendalami keterlibatan taksi hijau tersebut. “Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum. Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya pada 28 April 2026.

Green SM merespons melalui akun Instagram @id.greensm dengan menyatakan duka mendalam dan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang‑orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Perusahaan menegaskan bahwa insiden masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi. “Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” tambahnya.

Green SM Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat,” jelasnya.

Insiden ini menyoroti pentingnya koordinasi antara operator taksi dan pihak berwenang dalam mengelola perlintasan. Evaluasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Dengan fokus pada keselamatan publik, semua pihak terlibat berusaha memastikan bahwa transportasi umum tetap aman dan dapat diandalkan bagi masyarakat.

Taksi hijauKRL Bekasi-CikarangPerlintasan JPL 85Argo Bromo AnggrekGreen SMKemenhubEvaluasi keselamatan

Komentar

Memuat komentar...