Teleskop Radio Raksasa dengan 1.650 Antena Akan Dibangun di Nevada

Kartika D. · 3 min baca · 9 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Teleskop Radio Raksasa dengan 1.650 Antena Akan Dibangun di Nevada

Gambar atau konten salah?

Para ilmuwan dari California Institute of Technology (Caltech) sedang mempersiapkan proyek ambisius di bidang astronomi radio. Mereka akan membangun susunan teleskop radio yang diklaim sebagai yang paling sensitif dan tercepat yang pernah dibuat manusia. Proyek ini diberi nama Deep Synoptic Array, atau disingkat DSA.

Target penyelesaian pembangunan DSA adalah pada tahun 2029. Ketika sudah beroperasi penuh, teleskop ini akan memiliki 1.650 antena parabola yang masing-masing berdiameter hampir 6,1 meter. Semua antena ini akan membentang di area seluas 19,3 kali 16,1 kilometer. Lokasinya berada di sebuah lembah gurun yang terpencil di negara bagian Nevada, Amerika Serikat.

Untuk memahami seberapa besar proyek ini, kita bisa membandingkannya dengan teleskop radio raksasa yang sudah ada. Very Large Array (VLA) yang berada di New Mexico, yang selama ini dikenal sebagai salah satu teleskop radio terbesar di dunia, hanya memiliki 27 antena parabola. Jumlah antena DSA jauh lebih banyak, dan ini memberikan satu keuntungan utama.

Keuntungan dari memiliki ribuan antena adalah kemampuan untuk meningkatkan resolusi spasial secara drastis. Dengan kata lain, DSA bisa melihat objek-objek di luar angkasa dengan detail yang jauh lebih tajam. Caranya, semua antena itu akan bekerja sama seolah-olah mereka adalah satu instrumen raksasa yang sangat besar.

Namun, ada satu kelemahan dari desain seperti ini. Karena terdiri dari banyak antena kecil, DSA tidak akan se sensitif satu antena parabola raksasa dalam menangkap cahaya redup dari luar angkasa. Ini berarti teleskop ini paling cocok untuk mengamati objek-objek astronomi yang sangat terang.

Contoh objek terang yang menjadi target utama DSA adalah pulsar, yaitu sisa-sisa bintang mati yang memiliki medan magnet sangat kuat. Selain itu, DSA juga akan fokus pada semburan radio cepat atau fast radio bursts (FRB), yaitu kilatan singkat gelombang radio yang sangat kuat dan masih menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Untuk mengurangi gangguan dari sinyal radio buatan manusia, tim ilmuwan memilih lokasi yang sangat terpencil. Lembah gurun di Nevada itu terletak tidak jauh dari Taman Nasional Great Basin. Tempat ini dianggap ideal karena minim interferensi frekuensi radio dari perangkat elektronik di sekitar.

Para ilmuwan di balik proyek DSA berjanji bahwa teleskop baru ini akan jauh lebih sensitif dibandingkan teleskop radio yang sudah ada saat ini. Mereka juga yakin DSA akan mempercepat proses pemindaian langit malam yang luas secara keseluruhan.

"DSA akan menyurvei seluruh langit yang terlihat beberapa kali dalam lima tahun pertamanya dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Gregg Hallinan, profesor astronomi di Caltech yang juga menjadi penyelidik utama proyek DSA.

Hallinan memberikan perbandingan yang mencengangkan. "Sementara gabungan semua teleskop radio lain sejauh ini baru menemukan sekitar 20 juta sumber radio, DSA akan menyamai jumlah tersebut hanya pada hari pertama operasinya," tambahnya.

Dia melanjutkan, "Pada akhir survei awalnya, DSA akan menemukan sekitar 1 miliar sumber radio baru." Jumlah ini menunjukkan betapa besarnya lompatan kemampuan yang ditawarkan oleh DSA dibandingkan teleskop-teleskop sebelumnya.

Para peneliti memiliki harapan besar terhadap teleskop ini. Mereka ingin menggunakan DSA untuk mempelajari fenomena misterius yang masih kurang dipahami, seperti semburan radio cepat. Selain itu, DSA juga akan digunakan untuk meneliti konsep yang lebih kompleks, seperti bagaimana energi gelap mempengaruhi percepatan perluasan alam semesta.

Kecepatan DSA dalam memproses data juga menjadi nilai jual utama. Para astronom akan mendapatkan akses ke data hampir dalam waktu nyata atau real time. Ini memungkinkan mereka untuk segera memproses dan menganalisis data begitu teleskop selesai mengamati.

Yang menarik, data dari DSA tidak akan menjadi rahasia. Publik juga akan memiliki akses tanpa batas ke data tersebut sejak awal proyek beroperasi.

"Kami ingin seluruh dunia juga memiliki akses ke data tersebut sama cepatnya dengan kami," sebut Katie Jameson, manajer proyek DSA. "DSA berfungsi layaknya laboratorium cuci cetak foto yang memproses gambar radio secara real time agar dapat digunakan semua orang," jelasnya.

Untuk menekan biaya produksi ribuan antena, para peneliti di Caltech mengambil langkah yang tidak biasa. Mereka beralih ke mitra manufaktur yang sangat berbeda dari biasanya, yaitu produsen loyang kue bernama Fat Daddio's.

Ternyata, bentuk dari loyang panggang yang diproduksi oleh Fat Daddio's sangat sempurna untuk membantu mengubah gelombang elektromagnetik menjadi sinyal listrik. Perusahaan ini akan memproduksi ribuan loyang untuk digunakan sebagai bagian dari antena DSA.

Proyek DSA ini menunjukkan bagaimana inovasi di bidang astronomi bisa datang dari kolaborasi yang tidak terduga, dan bagaimana ambisi besar untuk memahami alam semesta bisa diwujudkan dengan teknologi dan kerja sama yang cerdas.

DSATeleskop RadioPulsarSemburan Radio CepatAstronomiNevadaFat Daddio's

Komentar

Memuat komentar...