Sumsel terima heli water bombing baru, kini 7 unit armada udara siaga karhutla
Gambar atau konten salah?
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menerima tambahan satu unit helikopter untuk pemadaman kebakaran dari udara. Helikopter jenis water bombing ini dikirimkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa dengan kedatangan helikopter ini, total armada udara yang disiagakan kini menjadi tujuh unit. "Sumsel kembali mendapat tambahan satu unit helikopter water bombing MI8AMT/RA-22747 dari BNPB. Helikopter tiba Jumat kemarin (19/6)," ujar Sudirman pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Dari total tujuh unit tersebut, rinciannya adalah lima helikopter khusus untuk water bombing yang siap digunakan dalam operasi pemadaman dari udara. Dua unit sisanya berfungsi sebagai alat patroli udara, terdiri dari satu helikopter dan satu pesawat. Sudirman menjelaskan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari dukungan BNPB untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Keberadaan armada udara menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Hal ini terutama berlaku di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh tim pemadam di darat. "Helikopter water bombing akan diterjunkan untuk melakukan penyiraman di lokasi kebakaran, sementara unit patroli udara digunakan untuk memantau titik panas dan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini," kata Sudirman.
Menurutnya, kapasitas respons terhadap kebakaran semakin meningkat dengan adanya tambahan ini. "Helikopter water bombing sangat membantu mempercepat pemadaman ketika terjadi kebakaran di kawasan gambut maupun wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," tambahnya. Tambahan armada ini masuk dalam usulan yang diajukan untuk penanganan bencana tahunan karhutla di Sumsel.
Sebelumnya, Sudirman menyebut telah mengajukan empat helikopter water bombing untuk menghadapi puncak musim kemarau 2026. "Dari empat unit helikopter water bombing yang diajukan, akan datang bertahap," ungkapnya. Ancaman karhutla tahun ini perlu diwaspadai seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan dukungan sumber daya, termasuk armada udara.
Peningkatan jumlah titik panas di beberapa wilayah Sumsel menjadi perhatian utama. Dengan tambahan armada udara ini, diharapkan respons terhadap kebakaran bisa lebih cepat dan efektif, terutama di area gambut yang rawan terbakar dan sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BMKG Peringatkan Kekeringan Parah di Sumsel, Warga Diminta Hemat Air
Muba Targetkan Penurunan 50 Persen Karhutla Tahun Ini
Peralihan Listrik MEP ke PLN Lampaui Target, Capai 102%
Musim Kemarau Sumsel Dimulai, Hujan Lokal Masih Berpotensi
Content Creator Wajib Punya NIB, Ini Aturan Baru 2026
300 Personel Siaga Hadapi Karhutla di OKU Sumsel
Berita Terbaru
BMKG: Sebagian Sumbar Hujan Petir hingga Lebat
Toyota Rush tetap di 10 besar penjualan sejak 2022
Sumsel terima heli water bombing baru, kini 7 unit armada udara siaga karhutla
Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Kokoh di Puncak Grup
Panduan Doa Rosario Minggu 21 Juni 2026
Teleskop Radio Raksasa dengan 1.650 Antena Akan Dibangun di Nevada
Transmart Full Day Sale: Diskon Samsung LED TV Rp 1,8 Juta
Bitcoin Anjlok 5% Akibat Konflik Israel-Lebanon, Likuidasi Capai Rp9 Triliun
Peselancar Selamatkan Wanita dari Serangan Hiu di Pantai Coogee
