Temuan Batu Lingga Terbuka di Klaten, Aksara Terbaca

Nita W. · 2 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Temuan Batu Lingga Terbuka di Klaten, Aksara Terbaca

Gambar atau konten salah?

Di gang buntu antara rumah warga dan area parkir Masjid Al‑Muttaqien, ditemukan sebuah batu lingga di Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Batu tersebut terbuat dari andesit dan masih utuh, meski sudah tidak tertanam.

Lingga memiliki bentuk dasar persegi, kemudian berubah menjadi silinder hingga puncak. Di bagian atasnya terdapat aksara yang dipahat pada setengah lingkaran batu. Hurufnya tidak menggunakan alfabet Latin, melainkan lebih menyerupai huruf Jawa kuno atau Sansekerta. Kondisi aksara masih bagus dan terbaca.

“Kita bersama teman‑teman pegiat sejarah blusukan ke sini karena kemarin ada informasi di dekat masjid Al‑Muttaqien ada lingga. Setelah ada laporan hari ini kita tindak lanjuti,” terang analis cagar budaya dan koleksi museum Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Wiyan Ari Tanjung, kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (13/6/2026).

Wiyan menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, lingga terguling dan tertutup beberapa kayu. Setelah diangkat dan dibersihkan, ternyata ada aksaranya. “Setelah kita bersihkan ternyata ada aksaranya. Tahap awal kita dokumentasikan, kita ukur dimensi dan kita akan minta bantuan epigraf untuk membaca,” papar Wiyan Ari Tanjung.

Lingga memiliki tinggi 82 centimeter dan lebar 35 centimeter. Bagian atas berbentuk silinder, sementara bagian bawah berbentuk persegi. “Kondisi tulisan atau aksara masih bagus dan terbaca. Namun untuk memastikan hurufnya jenis apa, tahunnya berapa, isinya prasasti, mantra atau apa kita akan berkoordinasi dengan epigraf,” imbuhnya.

Di tepi jalan depan masjid, ditemukan batu kotak menyeruput Yoni yang ditanam di tanah. “Bagian atas berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit. Di tepi jalan depan masjid ada yang diduga Yoni posisi terpendam,” lanjut Wiyan Ari.

Pegiat sejarah Klaten, Yohanes Sudaryanto, menambahkan bahwa lingga posisinya terguling saat dilaporkan warga. Namun, melihat sekilas bentuk dan kehalusan batunya sejak awal diyakini ada aksaranya. “Melihat bentuk dan kehalusan batunya sejak awal diyakini ada aksaranya, hari ini kita membuktikan. Dan ternyata benar ada aksara pada badan lingga tersebut,” katanya kepada detikJateng. Menurut Yohanes, kondisi lingga utuh termasuk aksaranya, namun perlu dibantu epigraf untuk membacanya.

Dengan ukuran dan material yang terjaga, lingga ini menjadi objek penting bagi penelitian sejarah lokal. Selanjutnya, petugas akan mengkoordinasikan dengan epigraf untuk mengidentifikasi jenis huruf, tahun, dan isi prasasti. Temuan ini menambah pemahaman tentang warisan budaya Klaten, sekaligus membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai artefak batu lingga di wilayah tersebut.

Komentar

Memuat komentar...