Terminal Leuwipanjang Penuh: Bus AKAP Pindah dari Cicaheum
Gambar atau konten salah?
Terminal Leuwipanjang di Bandung kini terasa lebih ramai setelah puluhan armada bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mulai dipindahkan dari Terminal Cicaheum sejak 26 Mei 2026. Perpindahan ini merupakan bagian dari rencana penutupan Terminal Cicaheum yang akan diubah menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menyatakan bahwa sebagian besar armada sudah mulai beroperasi dari terminal ini, meski proses perpindahan masih berlangsung secara bertahap. Ia menegaskan bahwa bus yang masuk ke Terminal Leuwipanjang sudah ada 60, karena masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum.
“Bus yang masuk (Terminal Leuwipanjang) sudah ada 60 karena saat ini masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum,” ujar Asep pada 28 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut baru sekitar 80 persen dari total armada yang akan dipindahkan. Masih ada sekitar 20 persen bus yang sementara ini tetap melayani penumpang dari Terminal Cicaheum.
“Jumlah tersebut baru sekitar 80 persen dari total armada yang akan dipindahkan. Masih ada sekitar 20 persen bus yang sementara ini tetap melayani penumpang dari Terminal Cicaheum,” lanjutnya. Ia menegaskan bahwa meski masih ada sebagian bus yang berangkat dari Terminal Cicaheum, layanan tetap dibuka.
“Jadi, di sini tetap kita buka layanan biarpun masih ada yang sebagian atau sekitar 20 persen bus berangkat dari Terminal Cicaheum,” kata Asep. Ia menjelaskan bahwa bus-bus tersebut akan langsung diarahkan menuju Jalan Tol Muhammad Toha sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali.
Untuk mengatasi kepadatan, Asep mengungkapkan bahwa pengelola terminal telah menambah sarana dan prasarana serta mengatur pola operasional armada yang baru dipindahkan. “Kami siapkan jalur keberangkatan, kami atur headway. Jadi, bus yang belum waktunya berangkat tidak berdiam di Terminal Leuwipanjang,” ujarnya.
Bus yang belum memasuki jadwal keberangkatan diminta tetap berada di pool masing-masing agar area terminal tidak dipenuhi kendaraan yang menunggu terlalu lama. “Bus yang belum memasuki jadwal keberangkatan diminta tetap berada di pool masing-masing agar area terminal tidak dipenuhi kendaraan yang menunggu terlalu lama,” kata Asep.
Ia menegaskan bahwa mereka akan mengendalikan bus-bus yang berasal dari Terminal Cicaheum agar tidak terjadi penumpukan di Terminal Leuwipanjang. “Jadi, kami kendalikan bus-bus yang dari Cicaheum masuk ke sini agar tidak terjadi penumpukan di Terminal Leuwipanjang. Sebagian bus yang belum waktunya berangkat harus stay di Pool masing-masing,” jelasnya.
Meski terjadi perubahan besar dalam layanan terminal, Asep memastikan para sopir dan perusahaan otobus sudah menerima kebijakan pemerintah tersebut. “Kalau sopir bus sudah menerima, setiap PO juga sudah menerima. Jadi meski pengembang (depo BRT di Cicaheum) belum menutup. Tapi tetap kita menyediakan tempat untuk pemindahan dari Cicaheum dan saat ini 80 persen bus sudah masuk,” ucapnya.
Asep juga menyebut bahwa sejumlah perusahaan otobus besar sudah lebih dulu masuk dan beroperasi di Terminal Leuwipanjang. Di antaranya PO Budiman dengan trayek Wonosobo, Pangandaran hingga Tasikmalaya, kemudian PO Gunung Harta jurusan Bandung-Bali. PO Eka dan Sugeng Rahayu menuju Surabaya, PO Kalingga ke Jawa, serta PO KYM, 27 Trans, dan Bandung Express semuanya sudah masuk.
Dengan jumlah bus yang bertambah, aktivitas di Terminal Leuwipanjang menjadi jauh lebih sibuk dibanding biasanya. Pengelola terminal telah menerapkan pengaturan ketat terhadap jadwal keberangkatan bus untuk mencegah penumpukan kendaraan. Dengan demikian, para penumpang dapat menunggu di terminal dengan lebih nyaman, sementara armada tetap beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Perpindahan armada ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penggunaan terminal dan mempersiapkan infrastruktur BRT. Meskipun masih ada beberapa bus yang beroperasi dari Terminal Cicaheum, sebagian besar telah beralih ke Terminal Leuwipanjang, menandai langkah penting menuju sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Warga Cimahi Solusi Air Tanpa PDAM: Water Harvesting Berhasil
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Berita Terbaru
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Kopi Brasil: Dari Buket Bunga hingga Ekspor Terbesar Dunia
Tradisi Minum Susu Putih di 1 Muharram: Makna dan Asal‑usul
Olivia Rodrigo Ungkap Tuli 60% di Telinga Kiri Seumur Hidup
Brasil dan Maroko Imbang 1-1 di MetLife, Grup C Satu Poin
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Bank Mega 20% + 50%
Dusun Pentil: Sejarah Nama, Pasar, dan Tradisi Nazar
Kopi Selai Kacang: Minuman Sehat, Creamy, Mudah Dibuat
