Tips Menyusun Anggaran Liburan Akhir Tahun agar Tak Bokek
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk berlibur bersama keluarga dan orang terdekat. Saat ini, anak-anak sekolah sedang libur semester, sementara banyak karyawan swasta memanfaatkan sisa cuti mereka untuk beristirahat setelah setahun bekerja.
Namun, Perencana Keuangan Andy Nugroho mengingatkan agar tetap memperhatikan pengeluaran saat liburan di akhir tahun. Ini penting agar tidak kehabisan uang di tengah bulan dan mengalami kesulitan saat pulang dari liburan. "Liburan itu bukan hal yang sangat penting dan mendesak. Saya anjurkan untuk menggunakan anggaran yang ada," ucap Andy.
Dia menambahkan, pengeluaran tambahan untuk liburan akhir tahun atau tahun baru bisa dilakukan jika seseorang mendapat bonus atau tunjangan hari raya, terutama bagi yang merayakan Natal. Jika tidak, sebaiknya menyiapkan tabungan terlebih dahulu untuk keperluan akhir tahun. Mengandalkan gaji bulanan saja sering kali tidak cukup dan bisa berisiko mengalami 'kantong kering' di awal tahun baru.
"Kalau langsung menggunakan gaji untuk liburan, bulan depan bisa jadi tidak ada uang untuk makan. Oleh karena itu, penting untuk menabung sepanjang tahun, dan anggaran tersebut digunakan saat liburan," jelasnya.
Andy merekomendasikan untuk menyisihkan 10% dari gaji setiap bulan sebagai modal untuk liburan. Dana ini tidak hanya untuk liburan, tetapi juga untuk hobi atau membeli hadiah untuk diri sendiri. "Idealnya, kita menyisihkan 10% setiap bulan untuk 'me time'. Kita sudah bekerja keras, jangan sampai pelit terhadap diri sendiri," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya tidak menyiapkan dana liburan secara berlebihan. Jika liburan dilakukan secara mendadak tanpa tabungan atau perencanaan yang cukup, bisa berisiko. "Jangan menggunakan fasilitas pinjaman atau kartu kredit untuk membeli tiket. Meskipun bisa dicicil, hal ini tetap harus dipertimbangkan," ujar Andy.
Tejasari, Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, menambahkan bahwa mayoritas pengeluaran di akhir tahun dialokasikan untuk liburan. Ia mengingatkan agar menggunakan dana yang sudah disiapkan sebelumnya untuk menjaga kondisi keuangan setelah liburan.
Jika tidak sempat menabung, ada dua alternatif. Pertama, mengambil dari tabungan yang ada. Jika tidak cukup, cari dana tambahan. Kedua, menggunakan kartu kredit untuk pengeluaran dan mencicil di bulan berikutnya, dengan harapan uang Tunjangan Hari Raya (THR) masuk bulan Februari. Namun, ia tidak merekomendasikan kedua opsi ini karena bisa menjadi beban di masa depan.
Tejasari menegaskan, "Lebih baik menyiapkan anggaran dari bulan-bulan sebelumnya untuk pengeluaran akhir tahun. Jika tidak sempat menabung, lebih baik tetap di rumah agar tidak menambah utang."
Liburan akhir tahun seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan. Dengan perencanaan yang baik, Anda dapat menghindari masalah keuangan saat kembali dari liburan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Tetap Klasifikasikan Indonesia sebagai Emerging Market
10 Ruas Tol Baru Sumatera-Jawa Siap Operasi Desember 2026
Robi Junipa Jadi Direktur Baru PT BSP di RUPS Tahun 2025
MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Tegaskan Komitmen
Diskon 30% Tiket KAI Mulai 20 Juni, 755.305 Tempat Tersisa
Diskon 30% KAI: 1,174,624 Tempat Duduk Tersedia 20–5 Juli
Berita Terbaru
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Timur 20 Juni 2026
Bendungan Cidadap Jebol, Petani Kebonpedes Tanpa Air Panen
Jadwal Sholat Jawa Timur 20 Juni 2026: 8 Waktu Fardu
Peraturan 7/2026 Batasi Alih Daya di Enam Bidang Pekerja Untuk
Koperasi Desa Lengkong Gencar Budidaya Cabai Merah Tanjung
Banjar Menari Dimulai di Badung, 62 Guru Seni Dipilih
Tulungagung Terbatas UHC, Capaian 84,5% Perlu Peningkatan
Chivu Diperpanjang Kontrak Inter Sampai 2028, Raih Scudetto
Pasar Beringkit Kembali Ayam Jago, Siap Pembukaan Baru
SPMB 2026/2027: Jalur Zonasi Jadi Pilihan Utama di Makassar
