Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran di 2026
Gambar atau konten salah?
Pada Jumat 3 April 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik di Iran. Ia menulis di platform Truth Social, bahwa rezim Iran harus bertindak cepat untuk menghindari ancaman tersebut.
Kata-katanya: \"Kepemimpinan rezim baru (Iran) tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, CEPAT!\" Trump tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang perlu dilakukan Iran, hanya menyatakan bahwa AS belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran.
Ancaman itu muncul setelah jembatan B1 yang baru dibangun di dekat Teheran dihancurkan oleh serangan udara AS. Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut menewaskan delapan orang tewas dan melukai 95 lainnya terluka.
Beberapa jam kemudian, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-35 AS telah ditembak jatuh di wilayah Iran Tengah. Foto puing-puing beredar di Telegram menunjukkan \"Angkatan Udara AS di Eropa\" pada bagian seperti ekor pesawat.
Trump juga mengumumkan pada hari sebelumnya bahwa militer AS akan menyerang Iran dengan sangat keras selama dua atau tiga minggu ke depan. Ia menambahkan bahwa AS akan mengembalikan Iran ke zaman batu tempat mereka seharusnya berada.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi dengan nada menantang di platform X, menyatakan \"tidak ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu,\" merujuk pada pernyataan Trump tentang zaman batu. Ia bertanya, \"Apakah Presiden AS dan orang Amerika yang menempatkannya di kursi kepresidenan yakin bahwa mereka ingin memutar kembali waktu?\"
Iran secara efektif telah menutup lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Jalur tersebut menjadi jalur pengiriman minyak global yang vital.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana aksi militer dan respons diplomatik terus berlanjut. Keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak dapat memengaruhi pasokan energi global dan stabilitas regional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
