Trump Ancaman Blokir Selat Hormuz, Iran Siap Tindak
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokir semua kapal yang ingin melintas di Selat Hormuz setelah Iran menolak untuk menghentikan program nuklirnya dan menutup Selat Hormuz selama perundingan damai di Pakistan. Keputusan ini diumumkan pada 13 April 2026.
Menanggapi ancaman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menilai setiap kapal militer AS yang mendekati Selat Hormuz secara langsung melanggar gencatan senjata AS‑Iran yang seharusnya berlaku hingga 22 April 2026. IRGC menegaskan bahwa mereka akan menindak tegas setiap kapal militer yang melewati kawasan tersebut dengan kekuatan penuh.
“Jika musuh tidak mengerti, kami akan membuat mereka mengerti,” ujar seorang anggota divisi kedirgantaraan IRGC yang mengenakan pakaian militer dan masker hitam untuk menyembunyikan identitasnya melalui siaran televisi pemerintah, dikutip dari Al Jazeera, Senin (13 April 2026).
IRGC juga menolak laporan militer AS yang menyatakan bahwa dua kapal perang milik Negeri Paman Sam berhasil melewati Selat Hormuz sebagai persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut yang menghalangi jalur air strategis tersebut.
Di sisi lain, pernyataan IRGC mendapat dukungan dari anggota parlemen Iran yang didominasi oleh kelompok garis keras. Mereka berpendapat bahwa ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz hanyalah omong kosong. “Apa yang dia (Trump) katakan setelah negosiasi hanyalah omong kosong. Dia hanya mengungkapkan keinginannya secara terang‑terangan,” kata Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran.
Banyak masyarakat Iran juga berpendapat bahwa AS tidak dalam posisi untuk mendikte bagaimana negara mereka harus berperilaku atau untuk memilih kapal mana yang boleh lewat di Selat Hormuz. “Jika blokade ini menjadi pertarungan antara ketahanan Republik Islam dan ketahanan pasar global, tidak akan lama lagi kita akan melihat siapa yang kalah. Iran siap untuk perang yang berkepanjangan,” ujar Zohreh Kharazmi, seorang profesor madya di Universitas Teheran. “Secara teknis, mereka (AS) tidak dapat mengendalikan situasi. Dengan strategi ala Hollywood, mereka tidak akan bisa menang di medan pertempuran ini,” sambungnya.
Pengumuman Trump tentang blokade angkatan laut terhadap Iran memicu lonjakan tajam pada harga minyak. Minyak mentah Brent, yang sering menjadi patokan harga internasional, naik lebih dari 8% pada 12 April 2026 hingga menembus angka US$ 103 per barel. Harga minyak global sedang mengalami fluktuasi besar sejak serangan AS‑Israel terhadap Iran, mendorong Teheran untuk memberlakukan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam global.
Setelah mencapai angka tertinggi US$ 119 per barel pada Maret 2026, harga minyak mentah Brent sempat turun di bawah US$ 92 per barel pada akhir pekan lalu setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Pengaruh harga minyak tidak hanya dirasakan di pasar energi. Pasar saham utama di Asia dibuka lebih rendah pada 13 April 2026 karena ketidakpastian yang ditimbulkan oleh ancaman blokade Trump. Indeks acuan Jepang Nikkei 225 tercatat turun 0,9% dalam perdagangan pagi ini waktu setempat. Sementara indeks KOSPI di Korea Selatan sudah turun lebih dari 1%. Kontrak berjangka saham AS yang diperdagangkan di luar jam pasar reguler juga tercatat turun, dengan kontrak berjangka yang terkait dengan indeks acuan S&P 500 turun sekitar 0,8%.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan dampaknya pada pasar global. Ancaman blokade Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pasokan energi dunia, dapat menambah volatilitas harga minyak dan menekan pasar saham di kawasan Asia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
