Turis Singapura Fokus Asia Pasifik karena Konflik Timur Tengah

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Turis Singapura Fokus Asia Pasifik karena Konflik Timur Tengah

Gambar atau konten salah?

Konflik di Timur Tengah tidak menurunkan minat wisatawan Singapura untuk berkeliling. Mereka lebih memilih destinasi di Asia yang lebih dekat, atau memilih liburan di kapal pesiar.

Perubahan pola ini terlihat jelas di NATAS Fair yang digelar di Singapura pada 27‑29 Maret 2026. Pameran tetap ramai dikunjungi, meski tema perjalanan berubah.

Menurut Trip.com, Direktur bisnis kapal pesiar, Sven Dong, beberapa wisatawan sudah merencanakan perjalanan sampai tahun 2027. Ia menegaskan bahwa “sejumlah wisatawan bahkan sudah merencanakan perjalanan hingga 2027.”

Presiden StarDream Cruises, Michael Goh, menambahkan bahwa “Para pelancong jarak jauh mempersingkat perjalanan mereka dan mengganti liburan mereka dari Eropa dan Amerika ke Asia.”

Di sisi lain, Direktur EU Holidays, Ong Hanjie, menyebutkan bahwa sekitar 1.500 pelanggannya terdampak perubahan rencana perjalanan akibat konflik. Dari jumlah tersebut, 30 % memilih tidak mengambil pengembalian dana penuh dan tetap membuka opsi perjalanan hingga akhir tahun.

Destinasi utama yang dipilih kini adalah kawasan Asia Pasifik, khususnya China dan Jepang. Laporan Straits Times sebelumnya mencatat permintaan perjalanan hanya turun sekitar 2,5 % secara tahunan, meski jumlah pemesanan mengalami penurunan.

Selain Jepang dan China, Thailand dan Indonesia juga menjadi tujuan yang diminati wisatawan Singapura.

Di tengah tekanan akibat krisis energi di Asia Tenggara, kawasan ini justru dianggap memiliki peluang. Travel and Tour World menyebutkan salah satu alasannya adalah lokasi geografisnya yang strategis, memposisikan kawasan tersebut sebagai penerima manfaat potensial dalam jangka panjang.

Bandara internasional di Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur diperkirakan akan diuntungkan karena wisatawan menghindari rute yang melintasi wilayah udara Timur Tengah.

Secara keseluruhan, meski konflik di Timur Tengah tetap menjadi isu global, minat wisatawan Singapura tetap stabil dan berfokus pada destinasi Asia yang lebih dekat, menandai pergeseran tren perjalanan yang lebih praktis dan ekonomis.

Konflik Timur TengahWisatawan SingapuraPameran NATASKapal pesiarAsia PasifikKrisis energiBandara internasional

Komentar

Memuat komentar...