Ubi Ungu: Kekuatan Antosianin untuk Pencegahan Diabetes

Nita W. · 1 min baca · 18 hari lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Ubi Ungu: Kekuatan Antosianin untuk Pencegahan Diabetes

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, ubi menjadi bahan baku utama di berbagai olahan yang viral di media sosial. Mulai dari ubi panggang, ubi cream cheese, hingga topping kekinian lainnya, semua menampilkan ubi sebagai pusat perhatian.

Di antara banyak jenis ubi, dokter gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menegaskan bahwa ubi ungu layak dipertimbangkan. Menurutnya, ubi ungu mengandung antosianin dalam jumlah tinggi. Warna ungu pada ubi berasal dari pigmen alami ini, yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu.

“Jenis ubi sih yang direkomendasikan sebenarnya ubi ungu. Karena dia mengandung antosianin cukup tinggi. Antosianin itu merupakan zat warna alami yang mengandung banyak flavonoid dan polifenol yang bersifat sebagai anti‑peradangan,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis 14 Mei 2026.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kandungan antosianin pada ubi ungu dapat mencapai sekitar 218‑244 mg per 100 gram, tergantung varietas dan metode pengolahannya. Antosianin dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan anti‑peradangan, serta potensi manfaat bagi kesehatan metabolik.

“Menurut dr Tjandra, kandungan tersebut dapat bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.”

“Jadi ini sangat bagus untuk orang‑orang yang berisiko menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, kemudian hipertensi, dan sebagainya,” lanjutnya.

Meskipun demikian, dr Tjandra mengingatkan bahwa manfaat ubi dapat berkurang jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Ia menekankan pentingnya bijak memilih topping dan porsi saat menikmati olahan ubi yang sedang tren.

Secara keseluruhan, ubi ungu menawarkan nilai gizi yang menarik bagi mereka yang peduli kesehatan, namun tetap perlu dipertimbangkan cara penyajian agar tetap sehat.

ubi unguantosianinantioksidandiabeteshipertensitopping gulalemak jenuhklinik dr Tjandraningrum

Komentar

Memuat komentar...