Umat Buddha Lepaskan Ribuan Ikan Merpati di Sungai Progo

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Umat Buddha Lepaskan Ribuan Ikan Merpati di Sungai Progo

Gambar atau konten salah?

Di Magelang, ribuan ikan dan burung merpati dilepas oleh umat Buddha di Sungai Progo menjelang perayaan Waisak 2026. Pelepasan tersebut dilakukan oleh Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) sebagai bagian dari rangkaian Waisak 2570/2026. Dalam acara ini terlihat artis Ferry Salim dan Adam Jagwani. Acara ini diadakan di tepi Sungai Progo, di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang. Ribuan ikan yang dilepas berasal dari kolam yang telah disiapkan khusus. Pelepasan ini juga diikuti oleh warga setempat yang turut meramaikan suasana.

"Upacara hari ini merupakan kolaborasi gabungan dari kebudayaan. Memang kita di Indonesia, nenek moyang kita sudah mempunyai kebudayaan itu Merti Karuna Bumi. Yaitu ucapan terima kasih kepada bumi di mana kita berpijak," kata Ketua Umum MUNI, Lama Rama Santoso Liem kepada wartawan di Sungai Progo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026).

"Kita berterima kasih, kita mendoakan seluruh makhluk yang ada di atas bumi ini. Kita bersama-sama menebarkan cinta kasih. Itulah kebudayaan yang ada di Tanah Jawa, ini kebudayaan dari nenek moyang kita. MUNI punya juga satu doa, doa untuk melepaskan makhluk hidup kembali ke alam mereka, kembali ke habitatnya," sambung Lama.

"Kita menjadi suatu upacara yaitu sebagai satu ucapan terima kasih kepada bumi yang di mana telah mendatangkan, memberikan kesejahteraan untuk kita semua. Kita kembali mendoakan untuk semua makhluk agar hidup sejahtera," ujarnya.

"Jadi, hari ini kami melepaskan burung merpati dan ikan. Tapi, inti dari doa kami mendoakan seluruh makhluk yang terlihat maupun tidak terlihat. Tidak kelihatan mungkin di bumi ada makhluk-makhluk kecil dan juga yang beterbangan serangga semua kita doakan agar sejahtera hidup panjang umur," jelasnya.

"Ikan yang dilepaskan, kata Lama, disesuaikan dengan habitat dan ekosistem yang ada."Tahun ini, kita merilis sampai sekitar 6 sampai 10 ribu ikan. Kita tidak ingin melakukan kontroversi, jadi kita serahkan (warga setempat) dan tidak merusak ekosistem di sini," ujarnya.

"Ini tahun ketiga saya mengikuti fang sheng dan lebih senang mengajak teman saya. Harapannya semoga kebaikan ini juga memberikan berkat bagi bangsa Indonesia dan kita semua. Saya mendoakan semua makhluk hidup berbahagia," kata dia.

Acara ini menampilkan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang mendalam, serta menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Pelepasan ikan dan burung merpati ini mencerminkan nilai kebudayaan dan kepercayaan Buddha tentang kebaikan bagi semua makhluk hidup. Pemberian doa dan penghormatan kepada bumi menegaskan komitmen umat Buddha untuk menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan makhluk hidup di sekitarnya.

Pelepasan ikanMerpatiWaisak 2026Sungai ProgoMajelis Umat Nyingma IndonesiaKebudayaan BuddhaKeseimbangan alamHarmoni manusia dan alam

Komentar

Memuat komentar...