Unair Buka Jalur Seleksi Mandiri UTBK Plus 2026/27
Gambar atau konten salah?
Universitas Airlangga (Unair) membuka jalur Seleksi Mandiri UTBK Plus untuk Tahun Akademik 2026/2027 mulai 11 Mei 2026. Program ini ditujukan bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki nilai UTBK‑SNBT 2026 namun belum berhasil masuk melalui jalur SNBP. Dengan kombinasi nilai UTBK dan tes mata pelajaran, Unair memberi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan khusus di bidang yang mereka pilih.
Berbeda dari jalur mandiri biasa, UTBK Plus menambahkan tes mata pelajaran berbasis komputer (Computer Based Test, CBT) yang diselenggarakan langsung di kampus. Nilai UTBK tetap dihitung, namun peserta juga harus menguji diri di materi spesifik program studi. Misalnya, mahasiswa yang melamar Kebidanan harus mengerjakan Biologi dan Kimia, sedangkan mahasiswa Ilmu Hukum harus mengerjakan Sosiologi dan Matematika Dasar.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring. Mulai 11 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 8 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, calon mahasiswa dapat mengisi formulir, mengunggah dokumen, dan memantau status verifikasi. Verifikasi berkas memerlukan waktu periodik, jadi penting untuk tidak melewatkan deadline.
Setelah verifikasi lolos, peserta harus melakukan pembayaran biaya seleksi. Pembayaran dapat dilakukan antara 11 Mei dan 9 Juni 2026. Biaya pendaftaran berbeda tergantung jumlah program studi yang dipilih dan jenjang pendidikan. Untuk program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4), biaya Rp 300.000 untuk satu pilihan prodi dan Rp 750.000 untuk dua pilihan. Untuk Diploma 3 (D3), biaya Rp 250.000 untuk satu pilihan dan Rp 700.000 untuk dua pilihan. Pembayaran dapat melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Jatim, BSI, atau BTN setelah mendapatkan kode voucher.
Ujian tulis dilaksanakan pada 13–14 Juni 2026. Peserta akan menerima kartu ujian yang harus dibawa ke lokasi CBT. Hasil seleksi diumumkan pada 18 Juni 2026. Pendaftaran hanya terbuka bagi warga negara Indonesia yang lulus SMA/MA/SMK tahun 2024, 2025 (wajib ijazah), dan 2026 (minimal Surat Keterangan Kelas XII). Peserta juga harus memiliki kesehatan yang memadai.
Berikut rincian materi tes per program studi. Setiap program memiliki kombinasi mata pelajaran yang berbeda, sesuai dengan fokus bidangnya:
- Kebidanan: Biologi dan Kimia
- Kedokteran: Biologi dan Kimia
- Kedokteran Gigi: Biologi dan Kimia
- Ilmu Hukum: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Akuntansi: Ekonomi dan Matematika Dasar
- Ilmu Ekonomi: Ekonomi dan Matematika Dasar
- Manajemen: Ekonomi dan Matematika Dasar
- Ekonomi Islam: Ekonomi dan Matematika Dasar
- Farmasi: Biologi dan Kimia
- Kedokteran Hewan: Biologi dan Kimia
- Sosiologi: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Antropologi: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Ilmu Komunikasi: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Ilmu Politik: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Administrasi Publik: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Ilmu Hubungan Internasional: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Ilmu Informasi & Perpustakaan: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Biologi: Biologi dan Kimia
- Fisika: Matematika Dasar dan Fisika
- Kimia: Biologi dan Kimia
- Matematika: Matematika Dasar dan Matematika Lanjut
- Teknik Biomedis: Biologi dan Kimia
- Teknik Lingkungan: Biologi dan Kimia
- Sistem Informasi: Matematika Dasar dan Fisika
- Statistika: Matematika Dasar dan Fisika
- Kesehatan Masyarakat: Biologi dan Kimia
- Gizi: Biologi dan Kimia
- Psikologi: Sosiologi dan Matematika Dasar
- Bahasa & Sastra Indonesia: Bahasa Indonesia dan Matematika Dasar
- Bahasa & Sastra Inggris: Bahasa Inggris dan Matematika Dasar
- Ilmu Sejarah: Sejarah dan Matematika Dasar
- Bahasa dan Sastra Jepang: Bahasa Indonesia dan Matematika Dasar
- Keperawatan: Biologi dan Kimia
- Akuakultur: Biologi dan Kimia
- Teknologi Hasil Perikanan: Biologi dan Kimia
- Kedokteran Hewan (FIKKIA Banyuwangi): Biologi dan Kimia
- Kesehatan Masyarakat (FIKKIA Banyuwangi): Biologi dan Kimia
- Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi): Biologi dan Kimia
- Teknik Industri: Matematika Dasar dan Fisika
- Teknik Elektro: Matematika Dasar dan Fisika
- Rekayasa Nanoteknologi: Matematika Dasar dan Fisika
- Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan: Matematika Dasar dan Fisika
- Teknologi Sains Data: Matematika Dasar dan Fisika
Untuk memudahkan calon mahasiswa memilih jurusan, Unair menyediakan data keketatan seleksi mandiri tahun 2025. Keketatan dihitung sebagai persentase (jumlah yang diterima / jumlah peminat) × 100%. Semakin rendah persentase, semakin tinggi persaingan. Berikut contoh keketatan terendah di beberapa program:
- Kebidanan: 59,76%
- Rekayasa Nanoteknologi: 53,01%
- Fisika: 52,94%
- Akuakultur: 52,34%
- Kesehatan Masyarakat (Fikkia Banyuwangi): 52,34%
- Matematika: 45,33%
- Keperawatan: 43,86%
- Biologi: 40,85%
- Kedokteran Hewan (Fikkia Banyuwangi): 36,36%
- Teknologi Sains Data: 31,03%
Di bidang soshum, beberapa program dengan keketatan terendah antara lain:
- Ilmu Sejarah: 53,19%
- Ilmu Informasi Dan Perpustakaan: 51,72%
- Bahasa Dan Sastra Jepang: 51,47%
- Bahasa Dan Sastra Indonesia: 48,61%
- Antropologi: 43,75%
- Ekonomi Islam: 40,10%
- Bahasa Dan Sastra Inggris: 38,57%
- Sosiologi: 34,87%
- Ekonomi Pembangunan: 22,20%
- Ilmu Politik: 21,60%
Proses pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Unair di pendaftaran.unair.ac.id. Calon mahasiswa harus membuat akun, mengisi data pribadi, dan mengunggah dokumen yang diminta. Setelah verifikasi berkas berhasil, kode voucher muncul di akun. Dengan kode tersebut, peserta dapat melakukan pembayaran biaya seleksi. Setelah pembayaran, peserta akan menerima kartu ujian dan harus hadir di lokasi CBT pada tanggal yang telah ditentukan.
UTBK Plus menjadi alternatif bagi siswa yang belum berhasil masuk melalui jalur SNBP. Kombinasi nilai UTBK dan tes mata pelajaran memberi peluang tambahan, namun juga menuntut persiapan khusus di bidang studi yang dipilih. Pendaftaran terbuka satu bulan, jadi penting bagi calon mahasiswa untuk memantau akun secara berkala dan menyelesaikan semua tahapan sebelum batas waktu.
Dengan data keketatan yang tersedia, calon mahasiswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minat. Program dengan keketatan tinggi mungkin lebih kompetitif, sementara program dengan keketatan rendah bisa menjadi pilihan strategis bagi mereka yang ingin meningkatkan peluang masuk. Namun, tetap perlu mempersiapkan diri secara matang, baik di bidang akademik maupun persyaratan administrasi.
Kesempatan ini menandai langkah Unair dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa Indonesia. Dengan menambahkan tes mata pelajaran berbasis komputer, Unair menyesuaikan proses seleksi dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Calon mahasiswa diharapkan memanfaatkan waktu pendaftaran secara efektif, mempersiapkan diri untuk CBT, dan mengoptimalkan peluang masuk ke program yang diidamkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
