Unair Luncurkan Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa Baru

Arif S. · 2 min baca · 29 hari lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Unair Luncurkan Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa Baru

Gambar atau konten salah?

Universitas Airlangga, yang juga dikenal dengan singkatan Unair, meluncurkan program Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa pada periode 04–08 Mei 2026 di Kampus Dharmawangsa-B Unair. Program ini dirancang khusus untuk memetakan potensi mahasiswa baru (maba) sebelum mereka memulai perjalanan akademik.

Direktur Direktorat Pendidikan, Dr Maftuchah Rochmawati, menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan upaya meningkatkan kualitas input mahasiswa. “Sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan profil lulusan yang menjadi harapan program studi masing-masing,” tuturnya, dikutip dari laman Unair, Selasa, 05 Mei 2026.

Maftuchah menegaskan bahwa proses asesmen tidak berhubungan dengan seleksi masuk. “Jadi, artinya ini tidak ada yang namanya menggugurkan mahasiswa baru. Tujuan asesmen ini adalah supaya kita bisa melakukan pemetaan,” imbuh Maftuchah.

Ia menambahkan bahwa hasil asesmen tidak akan mempengaruhi status resmi mahasiswa yang sudah diterima. “Universitas perlu memiliki basis data yang kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal,” ucapnya.

Instrumen asesmen dikelola oleh Airlangga Assessment Center (AAC), yang bertanggung jawab menjaga objektivitas dan keakuratan data. Maba akan menjalani lima instrumen berbeda, termasuk ELPT atau English Language Proficiency Test, untuk menilai kemampuan bahasa Inggris yang penting bagi studi mereka.

Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi Unair untuk memberikan pendampingan personal. “Strategi untuk pencapaian targetnya itu bisa jadi akan diarahkan secara personal pada mahasiswa tertentu yang hasilnya direkomendasikan oleh AAC. Sehingga nanti pendampingan dosen walinya akan lebih personal,” paparnya.

Program ini tidak akan mengubah kurikulum program studi. Namun, data yang dikumpulkan akan membantu memastikan kurikulum dapat diterima secara optimal oleh mahasiswa. Mahasiswa tidak akan dilepas begitu saja selama berkuliah; mereka akan dipantau perkembangannya berdasarkan profil yang dipetakan sejak awal.

Mahasiswa yang mengalami kendala akademik maupun nonakademik dapat mengakses layanan helpdesk di setiap fakultas. Layanan ini terkoordinasi secara profesional untuk menangani berbagai keluhan mahasiswa.

Maftuchah mengajak maba agar tidak melihat asesmen ini sebagai beban administratif. “Semoga mereka bisa mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan mengisi dengan jujur apa adanya sesuai kondisinya. Supaya hasilnya sesuai atau valid dan tindak lanjutnya itu bisa relevan,” tandasnya.

Program ini menandai langkah sistematis Unair dalam memahami latar belakang setiap mahasiswa sejak hari pertama. Dengan data yang akurat, universitas dapat merancang pendampingan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas belajar, dan mendukung mahasiswa mencapai potensi maksimal mereka.

Dengan pendekatan ini, Unair berharap setiap mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan belajar secara konsisten, memanfaatkan sumber daya kampus, dan mencapai prestasi akademik yang diharapkan.

Universitas AirlanggaAsesmen Kesiapan BelajarMabaAirlangga Assessment CenterELPTPendampingan Personal

Komentar

Memuat komentar...