US Lembag Sanksi Minyak Iran, Tambah Pasokan 140 Juta Barel
Gambar atau konten salah?
Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran sementara atas sanksi pembelian minyak Iran selama 30 hari ke depan. Dengan langkah ini, sekitar 140 juta barel minyak Iran dapat masuk ke pasar global.
Keputusan ini diambil setelah harga minyak dunia melonjak, melewati US$ 100 per barel, akibat konflik di Timur Tengah. Penyesuaian ini bertujuan menambah pasokan energi dan menekan kenaikan harga lebih jauh.
Sejak 1979, AS dan sekutunya telah memberlakukan sanksi ekonomi yang memblokir impor dan penjualan minyak Iran ke pasar internasional. Pelonggaran ini merupakan kali ketiga dalam sejarah AS menunda sanksi terhadap minyak negara yang dianggap lawan.
Menurut Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, “kita akan menggunakan minyak mentah Iran untuk mempengaruhi Teheran dan menekan harga seiring kita melanjutkan Operasi Epic Fury.”
Bessent menilai pelepasan minyak ini akan membantu menjaga harga energi tetap rendah selama 10 hingga 14 hari ke depan. Namun belum jelas apakah minyak tersebut akan masuk ke pasar domestik AS.
Negara-negara yang masih dikategorikan sebagai musuh oleh AS—seperti Kuba, Korea Utara, dan wilayah Krimea—dikecualikan dari pelonggaran ini, lalu tetap dilarang membeli minyak Iran.
Menteri Energi AS, Chris Wright, menginformasikan bahwa pasokan minyak Iran dapat tiba di kawasan Asia dalam tiga hingga empat hari, kemudian masuk ke pasar setelah proses penyulingan berlangsung selama satu hingga satu setengah bulan.
Ringkasnya, AS memberikan periode singkat bagi pasar global untuk menerima minyak Iran, sambil menjaga larangan bagi negara tertentu dan menetapkan jangka waktu terbatas bagi penurunan harga energi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemendag Gandeng Barantin untuk Dongkrak Ekspor
BGN Aktifkan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Waspada Calo
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Cair Meski Fasilitas Belum Lengkap
CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Perkuat Layanan Korporasi
