US$20,9 Miliar Investasi Blok Masela, Tegaskan Percepatan
Gambar atau konten salah?
US$ 20,9 miliar menjadi nilai awal investasi proyek Lapangan Abadi Blok Masela, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Menurutnya, nilai tersebut dapat naik jika kondisi geopolitik tetap tidak menentu.
“Total Blok Masela US$ 20,9 miliar. Itu nilai awal ya kemungkinan besar ketika terjadi geopolitik yang tidak menentu itu akan terjadi peningkatan, tapi setelah nanti pada saat implementasinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Peningkatan ini disebabkan oleh ketidakpastian di pasar energi global. Bahlil menekankan bahwa proyek ini sudah lama terhenti, sehingga pemerintah meminta agar segera dilaksanakan.
Uraian tersebut muncul saat Bahlil menempuh kunjungan kerja bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Pernyataan ini dikutip pada Selasa, 31 Maret 2026.
Blok Masela diprediksi menghasilkan sekitar 1.200 MM (miliar meter kubik) gas. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap tender engineering, procurement, and construction (EPC) dan diperkirakan selesai pada tahun 2026, bersamaan dengan keputusan investasi akhir (FID).
“Kenapa ini harus dipercepat? Karena ini penghasil migas salah satu yang giant 1.200 MM,” jelas Bahlil, menyoroti pentingnya kecepatan pelaksanaan.
Ia menambahkan, “Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia.”
Dalam perbincangannya dengan manajemen INPEX, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah siap membeli hasil produksi Blok Masela jika belum ada pembeli.
“Dan ini diharapkan kemarin saya minta untuk kalau seandainya market di luar belum clear itu dibeli semua oleh Danantara dalam hal ini PGN supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri,” tuturnya.
Proyek ini dianggap strategis bagi Indonesia karena dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan memperkuat posisi negara di pasar gas global. Dengan keputusan investasi yang tepat, potensi Blok Masela dapat memberikan kontribusi signifikan bagi sektor migas Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
