Water Taxi Bandara Ngurah Rai ke Canggu: Cepat 30 Menit

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 121 dibaca
Bisik.id
Water Taxi Bandara Ngurah Rai ke Canggu: Cepat 30 Menit

Gambar atau konten salah?

Bali masih menghadapi lonjakan mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi, sehingga kebutuhan akan transportasi cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan semakin mendesak. Untuk menanggapi hal ini, pemerintah mendorong pengembangan layanan water taxi sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi antarmoda di wilayah pariwisata.

Di tengah inisiatif tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut aktif mendukung persiapan layanan yang akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis.

Heru Widodo menyatakan, “Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar dia dalam siaran pers, Minggu (19/4/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa water taxi adalah solusi strategis untuk mendorong integrasi transportasi antarmoda, menghubungkan jaringan darat, laut, dan udara secara lebih efektif. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung, pusat aktivitas pariwisata Bali.

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study). Kajian ini mencakup secara komprehensif aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan. Hasilnya menunjukkan potensi proyek untuk dilanjutkan.

Studi tersebut mengidentifikasi lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan. Rencana ini didasarkan pada analisis kebutuhan pengguna, kondisi perairan, keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, serta konektivitas kawasan sekitar.

Secara operasional, inovasi ini diyakini dapat memberikan efisiensi signifikan. Observasi menunjukkan waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Canggu berkisar antara satu hingga dua jam. Dengan water taxi, waktu tempuh diproyeksikan dapat dipangkas menjadi maksimal tiga puluh menit, menambah nilai bagi pengguna jasa dan meningkatkan daya saing destinasi.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan, “Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali,” jelasnya. Pendekatan ini menekankan keselamatan pelayaran dan kesiapan infrastruktur sebagai prioritas utama.

Pengembangan saat ini masih berada pada tahap lanjutan, fokus pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan aspek perizinan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Tahapan ini ditargetkan selesai pada tahun 2026, sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

ASDP pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan konektivitas transportasi terintegrasi, dengan tetap mengedepankan keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan riil di lapangan. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi maritim yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekosistem transportasi nasional.

Dengan rencana water taxi ini, Bali berupaya memperbaiki konektivitas antara bandara dan kawasan wisata utama, mengurangi waktu perjalanan, serta menurunkan tekanan lalu lintas di darat. Inisiatif ini mencerminkan langkah konkret pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat integrasi antarmoda di pulau ini.

Water TaxiTransportasi AntarmodaBandara Ngurah RaiCangguASDP Indonesia FerryPT Angkasa Pura IndonesiaBali

Komentar

Memuat komentar...