Weekend Warriors: Risiko Cedera Punggung Tinggi Besar

Rizki W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Weekend Warriors: Risiko Cedera Punggung Tinggi Besar

Gambar atau konten salah?

Para atlet profesional seperti Viktor Axelsen dapat menghadapi cedera punggung dan saraf kejepit yang memaksa pensiun pada usia 32 tahun. Namun, bagi para weekend warrior yang hanya berolahraga sesekali, risiko serupa bisa jadi lebih tinggi.

“Orang yang nggak pernah olahraga, terus sekalinya olahraga, itu lebih rentan terkena masalah di tulang belakangnya,” ujar dr Faisal M, SpBS, dokter bedah saraf dari RS Lamina Jakarta Selatan saat berbincang pada Kamis, 16 April 20206.

Menurut dr Faisal, kebiasaan berolahraga secara rutin lebih dianjurkan daripada hanya di akhir pekan. Otot-otot yang terlatih mengurangi beban pada tulang belakang, sehingga risiko cedera berkurang. Ia menambahkan bahwa atlet profesional, meski memiliki otot kuat, berhadapan dengan training load yang sangat tinggi. Cedera kecil yang berulang selama latihan dapat menimbulkan aus pada bantalan tulang belakang. “Jadi kalau ada benturan-benturan kecil tapi berulang, nah itu bisa berisiko,” jelasnya.

Karena itu, dr Faisal menekankan pentingnya mengenali kapasitas tubuh saat berolahraga. Jika tubuh dipaksa menanggung beban yang melebihi kemampuan, risiko cedera akan meningkat. Ia mengingatkan bahwa cedera tulang belakang biasanya bersifat kronis dan tidak muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, penting untuk memantau gejala awal yang bisa menandakan masalah persarafan.

Gejala pertama yang perlu diwaspadai adalah nyeri pinggang. “Yang pertama nyeri pinggang. Ada nyeri, rasa nyerinya bisa di pinggang, atau menjalar ke bagian tubuh tertentu. Bisa ke pantat, ke paha, ke betis,” ungkap dr Faisal. Selain nyeri, cedera tulang belakang juga dapat disertai sensasi kesemutan di telapak kaki atau betis. Jika keluhan tersebut sering muncul, terutama dengan intensitas tinggi, disarankan untuk segera memeriksakan diri.

Kesimpulannya, meski olahraga sesekali terlihat ringan, beban pada tulang belakang bisa meningkat drastis jika tubuh tidak terlatih. Mengikuti latihan rutin, mengenali batas tubuh, dan memonitor gejala awal dapat membantu mencegah cedera serius. Dengan langkah-langkah sederhana ini, para weekend warrior dapat tetap aktif tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

cedera punggungweekend warriorrisiko cederaotot terlatihtulang belakangnyeri pinggangtraining load

Komentar

Memuat komentar...