Welin Kusuma: 44 Gelar Profesi, 2.000 SKS, 40 Tahun Mendidik
Gambar atau konten salah?
Welin Kusuma, pria berusia 40‑tahun, masih aktif menempuh pendidikan sejak tahun 1999. Ia terus menambah gelar meski sibuk bekerja.
Hingga kini, Welin memiliki 14 gelar S1, 3 gelar S2 dan 44 gelar profesi. Ia juga tercatat sebagai mahasiswa dengan program studi terbanyak di Indonesia, mengakumulasi lebih dari 2.000 SKS yang sudah diambil.
“Saya pernah ngambil kuliah rangkapnya itu lima program studi sekaligus. Paginya ada ngambil dua, lalu setelah itu sore itu ngambil sampai malam, satu. Lalu setelah itu ada di akhir pekan. Kemudian ada juga yang di UT (Universitas Terbuka) yang nggak perlu ikut kelas gitu,” kata Welin saat dihubungi pada 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan cara mengelola beban belajar. “Kalau belum yakin, saya nggak akan ngambil gitu, tapi ini saya sudah yakin. Caranya itu saya ngambil pelan‑pelan. Jadi setiap tahun saya ngambil satu program studi dulu, setelah itu saya lanjut lagi ke program studi lain,” lanjutnya.
Contohnya, pada 1999 ia mendaftar satu program studi. Pada 2000 ia belum mendaftar lagi karena masih beradaptasi. Pada 2001 ia berani mengambil dua program studi, salah satunya kursus setara diploma di LP3I. Selanjutnya, pada 2002 ia mengambil tiga program studi sekaligus. “Setiap tahun saya pasti daftar program studi baru terus,” ungkapnya.
Welin mengakui tantangan besar dari kuliah rangkap. Jadwalnya sangat padat, mulai dari pukul 07.00 hingga 22.00, bahkan ada kelas pada hari Minggu. Ia tetap terdaftar sebagai mahasiswa sejak 1999 hingga 2026, menunjukkan ketekunan dalam mengeksplorasi ilmu.
Selama kuliah, Welin selalu berusaha hadir. “Saya senang banget kalau kuliah gitu. Bahkan saya kalau sakit ya, flu atau batuk gitu saya tetap masuk. Jadi absen karena sakit itu nggak pernah gitu. Saya tetap akan masuk, kecuali mungkin ada keperluan mendadak. Itu pun jarang karena saya kan tinggal jauh dari orang tua,” terang Welin.
Orang tua Welin tinggal di luar pulau, sehingga mereka tidak mengetahui betapa beratnya usaha yang ia lakukan. “Orang tua saya ada di luar pulau, jadi kalau ada keperluan, biasanya orang tua tangani sendiri. Kalau saya cuma ngurusin keperluan saya pribadi gitu,” tambahnya. “Orang tua pun tahu anaknya mengambil prodi secara rangkap. Namun, karena lokasi mereka berjauhan, maka orang tuanya tidak tahu bahwa yang dilakukan Welin sebetulnya membutuhkan usaha yang luar biasa.”
Selama kuliah, Welin sempat dibiayai orang tua, namun ia juga aktif mencari beasiswa dan banyak mendapatkannya.
Welin menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batasan usia. Ia berhasil menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan pendidikan dengan disiplin tinggi, serta tetap menjaga kesehatan meski jadwalnya menantang. Keberhasilannya menjadi contoh bagi banyak orang yang ingin mengejar ilmu tanpa mengorbankan tanggung jawab lainnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
