16 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Sumsel

Ika P. · 3 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
16 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Sumsel

Gambar atau konten salah?

Tim patroli udara menemukan sebanyak 16 titik api atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan. Temuan ini terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026. Pemerintah daerah langsung mengerahkan upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan dua unit patroli udara, titik api paling banyak ditemukan di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir. Masing-masing daerah tersebut mencatat tiga kejadian karhutla. "Berdasarkan pantauan 2 patroli udara, ditemukan 16 firespot di wilayah Sumsel. Banyuasin dan Ogan Ilir paling banyak terjadi karhutla dengan masing-masing 3 kejadian," ujar Sudirman pada Rabu, 15 Juli 2026.

Selain di dua wilayah itu, titik api juga terdeteksi di sejumlah daerah lain. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdapat dua titik, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dua titik, dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) dua titik. Sementara itu, satu titik karhutla masing-masing terjadi di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).

Untuk menangani kebakaran ini, sebanyak lima helikopter water bombing telah dikerahkan ke beberapa lokasi. "Lima helikopter water bombing sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman di beberapa daerah. Beberapa padam, namun masih ada yang berasap," kata Sudirman.

Di Kabupaten OKI, dua helikopter water bombing diterjunkan untuk memadamkan api di wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam dan Kecamatan Tulung Selapan. Di Pangkalan Lampam, helikopter melakukan dua kali sorti dengan total 59 kali penyiraman. Volume air yang digunakan mencapai 236 ribu liter. Meski pemadaman telah selesai dilakukan, lahan terbakar seluas sekitar 4 hektare di lokasi tersebut masih mengeluarkan asap.

Di Tulung Selapan, area yang terbakar mencapai 3 hektare. Helikopter melakukan 28 kali water bombing di lokasi ini. Kondisi lahan juga masih berasap hingga akhir operasi pemadaman.

Sementara itu, di Kabupaten Banyuasin, dua helikopter water bombing dikerahkan ke wilayah Kecamatan Rantau Bayur. Helikopter melakukan 92 kali water bombing. Hingga akhir pemadaman, kondisi lahan terbakar seluas sekitar 5 hektare masih terlihat berasap di beberapa titik.

Helikopter yang bertugas di Banyuasin juga digunakan untuk memadamkan api di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Setelah delapan kali water bombing, titik karhutla seluas 1 hektare berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Satu helikopter lainnya ditugaskan di wilayah Kabupaten OKU Timur, tepatnya di Kecamatan Cempaka. Di lokasi ini, petugas melakukan 45 kali penyiraman. Meskipun demikian, lahan terbakar seluas sekitar 1 hektare masih menyisakan asap hingga akhir operasi.

"Upaya pemadaman dengan lima helikopter water bombing dilakukan di empat daerah, yakni di Banyuasin, OKI, OKU Timur, dan Muba. Total helikopter melakukan 232 water bombing di titik karhutla," jelas Sudirman.

Untuk daerah lain, pemadaman dilakukan oleh satuan tugas (satgas) darat. Data menunjukkan luas karhutla di Kabupaten Ogan Ilir mencapai 1,5 hektare, Muratara 4 hektare, Mura 3 hektare, Muara Enim 1,5 hektare, dan PALI 1,5 hektare. "Secara total, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 24,5 hektare," terangnya.

Pemantauan titik api terus dilakukan pada hari ini melalui patroli udara di beberapa wilayah. Selain mendeteksi titik panas baru, patroli udara juga akan memantau kondisi terkini di area yang sebelumnya masih berasap. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala dan mengancam pemukiman atau lahan produktif di Sumatera Selatan.

karhutlatitik apiSumatera Selatanwater bombingpatroli udaraBPBDpemadaman

Komentar

Memuat komentar...