Akrilamida di Makanan: Cara Sederhana Kurangi Paparan

Hendra M. · 3 min baca · 9 hari lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Akrilamida di Makanan: Cara Sederhana Kurangi Paparan

Gambar atau konten salah?

Kanker merupakan penyakit yang sering menjadi penyumbang angka kematian tinggi di seluruh dunia. Penyakit ini muncul ketika sel-sel tubuh tumbuh secara abnormal dan tidak terkontrol. Banyak faktor yang dapat memicu proses ini, mulai dari faktor genetik hingga pola makan sehari‑hari.

Salah satu zat yang kini menjadi sorotan dalam kaitannya dengan risiko kanker adalah akrilamida. Zat ini terbentuk ketika makanan nabati yang kaya pati dipanaskan pada suhu tinggi, biasanya di atas 120 derajat Celsius. Akrilamida dikenal sebagai karsinogen potensial, artinya ia memiliki kemungkinan untuk memicu kanker pada manusia.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam makanan bereaksi dengan asam amino saat dipanaskan. Meskipun penelitian masih berlangsung, banyak lembaga kesehatan mengajak masyarakat untuk mengurangi paparan akrilamida sebanyak mungkin.

Berikut ini daftar makanan yang diketahui mengandung akrilamida dalam jumlah cukup tinggi, berdasarkan laporan dari Times of India:

  1. Makanan yang Digoreng
    Kentang goreng dan keripik kentang menjadi sumber akrilamida tertinggi. Zat ini muncul ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi. Semakin lama proses menggoreng atau memanggang, terutama sampai warnanya menjadi kecokelatan gelap, kandungan akrilamida akan meningkat. Studi keamanan pangan menunjukkan kadar akrilamida pada keripik kentang bisa mencapai lebih dari 2.000 µg/kg, sedangkan pada kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg. Untuk mengurangi risiko, hindari memasak kentang terlalu garing atau gosong. Merebus atau menggunakan air fryer dapat membantu menurunkan pembentukan akrilamida.

  2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan
    Biskuit serta kue kering kemasan biasanya dipanggang pada suhu tinggi dan mengandung gula rafinasi serta bahan pengawet tambahan. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida pada biskuit berkisar antara 160 hingga 1.000 µg/kg, tergantung bahan dan proses pembuatannya. Alternatif yang lebih aman adalah membuat camilan sendiri dengan tepung gandum utuh dan gula lebih sedikit.

  3. Biji Kopi Dipanggang Terlalu Lama
    Kopi juga mengandung akrilamida, yang terbentuk selama proses pemanggangan biji kopi. Data penelitian menunjukkan kopi seduh dapat mengandung 5 hingga 20 µg/L akrilamida, sementara kopi instan dalam bentuk bubuk bisa mencapai 100 hingga 400 µg/kg. Meski demikian, tidak berarti kopi harus dihindari sepenuhnya; konsumsi dalam jumlah yang wajar tetap dianjurkan. Selain akrilamida, kopi bersifat asam dan dapat memicu refluks asam lambung, heartburn, hingga gastritis, terutama bila diminum saat perut kosong.

  4. Roti yang Dipanggang Terlalu Gosong
    Roti panggang yang terlalu kecokelatan atau gosong juga berisiko mengandung lebih banyak akrilamida. Warna cokelat gelap pada roti menandakan proses pemanasan suhu tinggi, yang memicu pembentukan zat tersebut. Kadar akrilamida pada roti panggang dapat mencapai 500 µg/kg, terutama pada roti yang dipanggang terlalu lama. Pilihan yang lebih aman adalah roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang ringan.

  5. Sereal Sarapan Kemasan
    Sereal sarapan seperti corn flakes serta sereal yang diproses dengan pemanggangan atau penyangraian pada suhu tinggi dapat mengandung akrilamida tinggi. Terutama pada produk dengan kadar gula tinggi atau terlalu gosong. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida pada sereal sarapan berkisar antara 150 hingga 1.200 µg/kg, tergantung merek dan metode pengolahan. Alternatif yang lebih aman adalah biji‑bijian matang tradisional seperti oat.

Beberapa cara sederhana dapat membantu menurunkan paparan akrilamida. Memilih metode memasak yang lebih rendah suhu, seperti merebus atau menggunakan air fryer, dapat mengurangi pembentukan zat ini. Selain itu, memilih produk dengan proses pemanggangan yang lebih ringan atau menggunakan bahan baku yang kurang mengandung gula rafinasi juga dapat menurunkan kandungan akrilamida.

Secara keseluruhan, meskipun akrilamida masih menjadi subjek penelitian, fakta bahwa zat ini dapat terbentuk di banyak makanan sehari‑hari menambah pentingnya kesadaran konsumen. Mengurangi paparan akrilamida melalui pilihan makanan dan metode memasak yang lebih sehat dapat menjadi langkah preventif sederhana dalam menurunkan risiko kanker.

akrilamidakankerpembentukanpembakaranmakanan tinggikentang gorengbiskuitkopi

Komentar

Memuat komentar...