Angkatan Kerja Indonesia 154,91 Juta, 7,24 Juta Pengangguran

Bima J. · 2 min baca · 26 hari lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Angkatan Kerja Indonesia 154,91 Juta, 7,24 Juta Pengangguran

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data ketenagakerjaan Indonesia pada 05 Mei 2026. Data tersebut mencakup jumlah angkatan kerja (AK) di seluruh negeri.

Menurut statistik, AK mencapai 154,91 juta orang. Dari jumlah itu, 147,67 juta orang terdaftar sebagai tenaga kerja aktif, sementara 7,24 juta orang mengalami pengangguran. Pekerja terbagi menjadi tiga kategori: pekerja penuh waktu 98,592 juta orang, pekerja paruh waktu 38,347 juta orang, dan setengah pengangguran 10,728 juta orang.

BPS menjelaskan bahwa angkatan kerja terdiri dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang secara ekonomi terlibat dalam pekerjaan, baik yang aktif maupun yang sedang tidak bekerja.

Di sisi pendidikan, hanya sekitar 19,39 juta orang atau 13,13 % dari tenaga kerja memiliki latar belakang pendidikan tinggi, mulai dari diploma hingga doktoral. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah masih mendominasi, dengan proporsi 35,49 %.

Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan, diurutkan dari terbesar hingga terkecil:

  • SD ke bawah: 52,41 juta orang (35,49 %)
  • SMA: 30,53 juta orang (20,67 %)
  • SMP: 26,04 juta orang (17,64 %)
  • SMK: 19,30 juta orang (13,07 %)
  • Diploma IV, S1, S2, S3: 15,83 juta orang (10,72 %)
  • Diploma I/II/III: 3,56 juta orang (2,41 %)

Perbandingan tahun ke tahun menunjukkan perubahan kecil. Pada periode 01 Februari 2025 hingga 01 Februari 2026, jumlah tenaga kerja lulusan diploma I/II/III naik dari 2,39 % menjadi 2,41 %. Sementara itu, lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3 meningkat dari 10,44 % ke 10,62 %.

Lulusan SMK mengalami peningkatan proporsi, dari 12,84 % menjadi 13,07 %. Proporsi lulusan SMA tetap hampir tidak berubah, dari 20,63 % menjadi 20,67 %. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah dan SMP menurun sedikit: SD ke bawah turun dari 35,89 % ke 35,49 %, dan SMP turun dari 17,81 % ke 17,64 %.

Data ini menegaskan bahwa meski ada peningkatan tenaga kerja di tingkat pendidikan menengah atas, mayoritas tenaga kerja Indonesia masih berasal dari latar belakang pendidikan dasar. Perubahan proporsi di tiap tingkat pendidikan mencerminkan dinamika pasar tenaga kerja yang masih bergantung pada tingkat pendidikan dasar, sementara pergerakan kecil di tingkat menengah dan atas menunjukkan perlahan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Angkatan Kerja IndonesiaPengangguranTenaga kerja aktifPendidikan tinggiPendidikan dasarPekerja paruh waktuPekerja penuh waktu

Komentar

Memuat komentar...