Antrian Bio Solar 100m Menghambat Lintas SPBU Palabuhan

Wahyu T. · 2 min baca · 6 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Antrian Bio Solar 100m Menghambat Lintas SPBU Palabuhan

Gambar atau konten salah?

Antrean panjang kendaraan pemburu Bio Solar mengular di SPBU Dermaga Palabuhanratu, Jalan Siliwangi. Panjang antrean mencapai 100 meter dan memakan badan jalan utama, menimbulkan kemacetan, hingga membuat sopir lain saling adu mulut.

Menurut pantauan, 15 Juni 2026 lalu lintas di daerah itu tampak padat. Angkutan umum, truk material, bus, dan pemotor tumplek blek memadati pintu masuk SPBU, lalu meluber ke jalan raya. Warga di lokasi melaporkan antrean sudah berlangsung sejak pukul 06.00 WIB pagi. Karena kepadatan, petugas Dinas Perhubungan (DLLAJ/Dishub) setempat turun tangan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan.

Di tengah penumpukan kendaraan, terjadi insiden adu mulut antara sopir dump truck angkutan material dan pengemudi kendaraan pribadi. Kesalahpahaman antar keduanya berujung pada pertengkaran, namun petugas Dishub segera menengahi dan menenangkan situasi.

Gungun, sopir dump truck yang terlibat, berkata, “Jadi ada sopir kendaraan nanya ke saya, katanya kenapa enggak maju. Padahal saya menahan jalan (menuju) ke arah Tempat Pelelangan Ikan, itu kan jalan umum, jadi saya tidak mau menghalangi.” Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut sangat ramai dan rawan kecelakaan, serta menyoroti kenyamanan pengguna jalan dan meminta penertiban yang lebih ketat. “Sebetulnya menurut saya tidak nyaman, antreannya di jalan raya harusnya penertiban lebih ekstra. Antreannya di SPBU Batu Sapi juga begini, semua sama antre,” keluhnya.

Pengawas SPBU Dermaga Palabuhanratu, Agus, menjelaskan bahwa pemandangan antrean Bio Solar yang mengular sudah menjadi “makanan” sehari-hari setiap pagi. Ia menyebut proses verifikasi sebagai penyebab utama. “Kejadian begitu setiap pagi, antrean Bio Solar. Jadi memang yang lama itu scan barcode dan pencocokannya,” ungkap Agus.

Selain masalah waktu verifikasi barcode, Agus menambahkan bahwa pasokan dan titik distribusi Bio Solar di wilayah tersebut sangat terbatas. Saat ini, hanya ada dua SPBU yang melayani pembelian Bio Solar di kawasan Palabuhanratu, yakni SPBU Dermaga dan SPBU Batu Sapi. Beban SPBU Dermaga pun bertambah karena harus membagi kuota dengan kebutuhan nelayan setempat. “Kalau di kita selain kendaraan juga melayani kebutuhan nelayan. Sehari kiriman Bio Solar hanya 8 KL (Kiloliter),” pungkas Agus.

Dengan kuota harian terbatas dan proses verifikasi yang memakan waktu, antrean panjang menjadi hal yang tak terhindarkan. Kendaraan yang menunggu di SPBU Dermaga Palabuhanratu menambah beban lalu lintas di jalan utama, memaksa petugas Dishub untuk terus mengatur arus kendaraan. Situasi ini menyoroti kebutuhan akan perbaikan sistem distribusi Bio Solar agar tidak menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Antrean Bio SolarSPBU Dermaga PalabuhanratuDishubVerifikasi BarcodeDistribusi Bio Solar

Komentar

Memuat komentar...