Jembatan Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Patung Sudirman Tetap

Cahyo S. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Jembatan Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Patung Sudirman Tetap

Gambar atau konten salah?

Pembangunan jembatan pejalan kaki berbentuk seperti cincin donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sudah dimulai. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan enam moda transportasi umum sekaligus. Mulai dari MRT Jakarta, LRT, hingga kereta bandara, semuanya bisa terintegrasi di satu titik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pernyataan tegas. Ia mengatakan bahwa proyek jembatan layang ini tidak akan memindahkan patung Jenderal Sudirman yang sudah menjadi ikon di daerah tersebut. Patung itu akan tetap berada di tempatnya. Target penyelesaian proyek ini paling lambat adalah tahun 2028. Namun, soal pendanaan, sudah dipastikan bahwa semuanya berasal dari PT MRT Jakarta. Tidak ada uang dari sumber lain.

"Selesainya kapan? Paling lama tahun depan bulan Juni, 22 Juni tahun depan 500 (tahun) Jakarta sudah harus selesai. Oh, sudah ditawar 2028. Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti sudah kelihatan banget lah," kata Pramono saat konferensi pers di Jakarta Pusat pada Minggu, 21 Juni 2026.

Jembatan ini dirancang untuk menciptakan mobilitas yang mulus bagi para komuter di Jakarta. Maksudnya, warga tidak perlu lagi kepanasan atau kehujanan saat berganti moda transportasi. Ada enam moda transportasi makro yang akan saling terhubung di titik ini. Yaitu LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, Transjakarta, Commuter Line atau KRL, dan kereta bandara.

"Dengan demikian Dukuh Atas akan ada MRT, LRT baik yang oleh pemerintah DKI Jakarta maupun oleh pemerintah pusat kemudian kereta bandara, kemudian Transjakarta, KCI. Jadi ada 6," jelas Pramono lebih lanjut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang. Khususnya kepada Ministry of Land, Infrastructure, Transport, dan Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance. Mereka disebut sudah menyusun kajian awal tentang pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas.

Di sisi lain, Pramono juga memberikan jaminan untuk para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. Mereka tidak akan dikenakan bebas bea atau duty free. Malah, ia mengusulkan agar kawasan Dukuh Atas dijadikan tempat imigrasi.

"Katakanlah kalau nanti sudah selesai, barang-barang yang di oleh UMKM kita buat duty free dan sekaligus Saya akan meminta kepada OPD DKI Jakarta di tempat ini juga menjadi tempat untuk imigrasi dan check in. Dengan demikian saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup lebih mudah terintegrasi secara keseluruhan," tambah Pramono.

Pramono juga yakin bahwa pembangunan jembatan ini bisa mengurangi kemacetan. Menurut dia, penyebab utama macet selama ini adalah banyaknya penumpang yang turun dan menumpuk di bahu jalan. Mereka turun untuk berpindah moda transportasi. Kondisi ini semakin parah kalau cuaca sedang buruk, seperti hujan atau gerimis.

"Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? seperti kita ketahui bersama hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis lagi hujan setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan bahwa dana pembangunan proyek ini berasal dari MRT Jakarta. Namun, ia belum mau menyebutkan angka pastinya. "Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta. Nilainya nanti kita sampaikan ya," ujarnya.

Proyek ini memang ambisius. Tujuannya jelas: membuat perpindahan antar moda transportasi di Jakarta lebih nyaman dan efisien. Dengan enam moda yang terhubung, mulai dari kereta bandara hingga MRT, warga diharapkan tidak perlu lagi repot-repot keluar masuk kendaraan di tengah jalan. Apalagi saat cuaca panas atau hujan. Semua bisa dilakukan di satu tempat yang sama, lewat jembatan pejalan kaki yang melingkar.

jembatan donatDukuh Atasenam moda transportasiintegrasiPramono Anungpatung Sudirmanpendanaan MRT

Komentar

Memuat komentar...