Gempa 7,7 di Mindanao: Gorontalo Aktifkan Sirine Tsunami

Ika P. · 1 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Gempa 7,7 di Mindanao: Gorontalo Aktifkan Sirine Tsunami

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, dirasakan kuat di Provinsi Gorontalo. Peringatan tsunami juga diaktifkan di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, memicu kepanikan warga.

Sirine peringatan tsunami dibunyikan di gedung Bele Li Mbui, Jalan Sultan Hasanuddin, Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Setelah itu, sirine juga diaktifkan di Kwandang, tepatnya di bekas kantor bupati Gorontalo Utara.

"Bunyi sirine peringatan Tsunami ada dua ada. Itu dibunyikan tadi karena wilayah potensi tsunami," kata Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, pada 08 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya awalnya menerima peringatan dari BMKG. Informasi tersebut kemudian diteruskan dengan membunyikan sirine di wilayah berpotensi tsunami. "Kalau untuk SOP-nya ada peringatan dari BMKG yang diinfokan ke BPBD dan dimintakan untuk membunyikan sirine. Pusat kontrol sirine ada di BPBD Provinsi Gorontalo," tambahnya.

Di SDN 41 Hulontalangi, Kota Gorontalo, siswa dan guru berhamburan keluar kelas saat sirine terdengar. Mereka langsung berkumpul di lapangan sekolah. "Bunyi sirene dari sekolah itu sendiri yang guru akan bunyikan, sehingga anak-anak takut karena ada gempa," ujar Tahir.

Video yang dipublikasikan menunjukkan sejumlah siswa berhamburan keluar kelas dan segera menuju lapangan setelah diarahkan guru. Di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, terdengar sirine peringatan tsunami dan warga merespons dengan berteriak.

Keputusan untuk membunyikan sirine didasarkan pada prosedur standar operasi yang diatur oleh BPBD, yang menerima informasi dari BMKG. Peringatan ini menunjukkan kesiapsiagaan daerah terhadap potensi tsunami, meski belum ada gelombang yang menimbulkan dampak fisik.

Gempa bumiTsunamiGorontaloBMKGBPBDSirineMindanao

Komentar

Memuat komentar...