Gempa Kecil 4-5 M di Sesar Kendeng, BMKG: Tenang Ya Warga Siap
Gambar atau konten salah?
BMKG baru saja mengumumkan bahwa ada serangkaian gempa kecil hingga sedang yang terjadi di sepanjang jalur aktif Sesar Kendeng. Gempa-gempa ini berskala Magnitudo (M) antara 4 dan 5, dan semuanya berlokasi di wilayah yang dikenal sebagai sesar darat di Jawa Timur.
Ricko Kardoso, S.Tr, kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang menjelaskan bahwa gempa-gempa ini menunjukkan bahwa struktur sesar di wilayah tersebut masih bergerak aktif. Ia mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir, kami mendeteksi adanya aktivitas seismik berupa gempa-gempa dangkal berskala kecil hingga menengah dengan Magnitudo 4 sampai 5 di sepanjang jalur sesar ini.”
Walaupun gempa-gempa kecil ini terdeteksi, Ricko menegaskan bahwa Sesar Kendeng secara umum dianggap sebagai patahan dengan pergerakan tahunan yang lambat. Ia menambahkan, “Sesar Kendeng adalah sesar dengan pergerakan lambat, sekitar 5 milimeter per tahun dan memiliki periode ulang gempa yang cukup panjang. Karena itu, gempa besar merusak atau destructive earthquake akibat sesar ini sebagian besar tercatat dalam sejarah masa lalu.”
Menurut pemodelan terbaru yang dipublikasikan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) pada tahun 2024, jalur sesar ini digabung menjadi satu sistem patahan besar. Dalam skenario terburuk, patahan ini menyimpan potensi energi laten hingga Magnitudo 7. Ricko menjelaskan, “Sesar Kendeng dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024 digabung penamaannya dengan Sesar Baribisa dan Sesar Semarang menjadi Java Back-arc Thrust. Magnitudo tertarget dalam Pusgen 2024 yang dimungkinkan terjadi sebagai skenario terburuk dari tiap segmen sesar aktif di segmen tersebut bervariasi Magnitudo 6 sampai M 7.”
Diskusi tentang potensi kekuatan gempa ini sempat viral di media sosial, khususnya di aplikasi Threads. Namun BMKG menekankan bahwa warga tidak perlu panik berlebihan karena gempa kecil ini merupakan bagian wajar dari siklus pelepasan energi bumi. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, “Namun kita jangan menjadi panik dengan angka-angka tersebut, tapi marilah kita meningkatkan kapasitas kita dengan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi,” tambah Ricko.
Geografisnya, zona struktural Sesar Kendeng melintang sepanjang kurang lebih 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa. Jalur ini memanjang dari selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga ke wilayah Jawa Timur, melewati Kabupaten Bojonegoro. Jalur patahan aktif ini terbagi menjadi enam segmen utama: Segmen Demak, Segmen Purwodadi, Segmen Cepu, Segmen Blumbang (Lamongan), Segmen Surabaya (melintasi jantung Kota Surabaya), dan Segmen Waru (Sidoarjo). Secara administratif, jalurnya meliputi Salatiga, Grobogan, Blora, Madiun, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, hingga Kota Surabaya.
Dengan pemahaman bahwa gempa belum dapat diprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa magnitudonya, BMKG mengingatkan bahwa penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan mempersiapkan diri. Meskipun potensi gempa besar masih ada, langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dapat mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Secara keseluruhan, deteksi gempa kecil di Sesar Kendeng menegaskan bahwa sesar ini masih aktif, namun potensi gempa besar tetap berada dalam skenario yang dapat dikendalikan melalui pemantauan dan persiapan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga
Gempa Darat Lebih Merusak, Pakar Jelaskan Penyebabnya
Klaim Erupsi Gunung Lawu Ditolak, PVMBG Konfirmasi Normal
BMKG: Sesar Kendeng Bisa Guncang Bojonegoro, Tetap Waspada
Pemadaman Listrik Bergilir di Pasuruan Mengganggu Warga
Pemadaman Listrik Surabaya Mengganggu Lampu Lalu Lintas
Berita Terbaru
Jadwal Libur Kenaikan 2026 Sumatera, Kalimantan, Sulawesi
Gempa Kecil 4-5 M di Sesar Kendeng, BMKG: Tenang Ya Warga Siap
Jepang: 95.119 centenarian, pola hidup simpel umur panjang
Wali Kota London Sadiq Khan Tidak Suka Durian di Singapura
Mitsubishi Luncurkan eK Cross EV Baru, 11 Warna & USB
Brasil Hadapi Haiti: Tekanan Kemenangan Piala Dunia 2026
Hakim Danish Dominasi Moto3 FP1 Brno, Veda Ega 22nd
Pemerintah Indonesia Luncurkan Program Peningkatan Air Minum
