Gerakan Tanah Cisumdawu Guncang Retakan Besar di Tol
Gambar atau konten salah?
Pergerakan tanah di Jalan Tol Cileunyi‑Sumedang‑Dawuan (Cisumdawu) menimbulkan retakan pada aspal di kilometer 207+300, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Akibatnya, petugas tol dan kepolisian memutuskan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow.
Pergerakan tanah ini mulai terdeteksi pada 27 Maret 2026. Sejak saat itu, retakan telah membentang sepanjang sekitar 80 meter dan mencapai kedalaman 2 meter. Retakan ini disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi, jelas Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus Sudrajat, pada Selasa (7 April 2026). “Retakan ini kami identifikasi berakibat karena curah hujan dengan intensitas tinggi. Memang ada beberapa faktor, seperti hujan, atau memang di situ wilayah yang cukup tinggi,” ujarnya.
Setelah pergerakan tanah terdeteksi, CKJT segera memeriksa kondisi drainase di area tersebut. Pihaknya juga menutup dan mengalihkan kendaraan sementara waktu. “Langkah ini kami lakukan untuk memastikan fungsi drainase berjalan optimal. Dengan penanganan yang telah dilakukan, pada 4 April tol Cisumdawu atas diskresi kepolisian, main road kilometer 194 A dilakukan penutupan dan pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon untuk dapat keluar di Gerbang Tol Paseh,” tambahnya.
Untuk perbaikan jangka panjang, CKJT merencanakan penggunaan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh proses evaluasi dan perbaikan akan dilaksanakan sesuai standar teknis serta prosedur keselamatan yang berlaku. Agustinus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas seperti contraflow. “Selain itu juga akan dilakukan Contra Flow jalur B arah ke Bandung dari kilometer 206+125 sampai dengan kilometer 208+200,” jelasnya. “Selama contra flow berlangsung tidak ada pembatasan kendaraan, seluruh kendaraan masih bisa melintas,” sambungnya.
Kanita PJR Tol Cisumdawu, Iptu Deny Ruchyat, menambahkan bahwa pelaksanaan contraflow akan berlangsung selama tiga hingga empat bulan ke depan. Meski demikian, pihaknya berharap perbaikan dapat selesai lebih cepat. “Paling tidak untuk contraflow dilakukan 3 sampai 4 bulan selama masa perbaikan. Kita berupaya untuk memangkas waktu, mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi kita lihat teknis nanti di lapangan seperti apa,” kata Deny. “Sekarang kami masih menyiapkan sarana dan prasarana contraflow. Terkait waktu pelaksanaannya paling telat dimulai pada besok pagi,” tambahnya.
Selama masa pemberlakuan contraflow, petugas mengimbau pengguna jalan di Jalan Tol Cisumdawu untuk tetap berhati-hati dan mengurangi laju kendaraan. Pergerakan tanah ini menandai pentingnya pemantauan kondisi jalan tol di daerah perbukitan, terutama setelah hujan deras. Dengan penanganan yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan risiko kecelakaan dan kerusakan lebih lanjut dapat diminimalkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Warga Cimahi Solusi Air Tanpa PDAM: Water Harvesting Berhasil
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Berita Terbaru
Cheddar, Mozzarella, Parmesan: Mana Lebih Sehat Konsumen?
Sambal Bawang Bu Rudy: Pedas Nendang, Mudah Dibuat di Rumah
Keraton Solo Lepaskan 5 Kebo Bule Sebelum Malam 1 Suro
Skotlandia Kalahkan Haiti 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia
Transmart Gelar Sale Full Day, Diskon Mesin Cuci Sharp
AI Leadership Exchange 2026: Indonesia Beralih ke AI Agentic
15 Juni 2026 Bukan Hari Libur: Harus Terus Bekerja
Daihatsu Fokus Layanan Aftersales Banyuwangi, Tingkatkan Pangsa
