Harga Spare Part Honda Naik 15% Tapi Permintaan Tetap Stabil

Teguh A. · 2 min baca · 5 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Harga Spare Part Honda Naik 15% Tapi Permintaan Tetap Stabil

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, penurunan nilai tukar rupiah membuat harga suku cadang resmi Honda naik. Meskipun begitu, permintaan konsumen tetap stabil, kata Henry Tulus, kepala bagian Part Main Dealer PT Wahana Makmur Sejati (WMS).

WMS adalah dealer utama Honda di Jakarta dan Tangerang. Sejak nilai tukar rupiah menurun, harga suku cadang resmi Honda telah naik hingga 15%. Henry Tulus menjelaskan bahwa penurunan nilai tukar memengaruhi penyesuaian harga beberapa kebutuhan perawatan kendaraan, termasuk spare part dan oli, dengan kisaran kenaikan rata-rata sekitar 10‑15%:

“Dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang memengaruhi penyesuaian harga beberapa kebutuhan perawatan kendaraan, termasuk spare part dan oli, dengan kisaran kenaikan rata-rata sekitar 10‑15 persen,”

“Meski demikian, hingga saat ini kami belum melihat adanya penurunan permintaan dari konsumen terhadap kebutuhan sparepart di jaringan AHASS. Penjualan sparepart dari Main Dealer ke AHASS maupun dari AHASS ke konsumen masih berada dalam kondisi yang stabil,”

Menurut Henry, naik atau tidak harganya, suku cadang merupakan kebutuhan primer bagi pemilik kendaraan. Mereka, mau tak mau, tetap harus melakukan pergantian rutin. Mereka juga ingin mendapat jaminan komponen yang terpasang di motornya asli dan punya kualitas baik.

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen justru makin lebih selektif. Konsumen cenderung memilih melakukan pembelian di AHASS karena lebih terjamin keaslian dan kualitas produknya melalui Honda Genuine Parts (HGP). “Hal ini menjadi penting untuk menghindari risiko penggunaan sparepart tidak asli yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar pada kendaraan,”

Akhir‑akhir ini, US$ 1 berada di kisaran Rp 17‑18 ribu. Kenaikan nilai tukar itu tentu sangat berpengaruh ke harga‑harga barang termasuk suku cadang kendaraan, sebab sejumlah material atau bahan bakunya memang masih impor dari luar negeri.

Dengan harga yang meningkat, konsumen tetap memilih AHASS karena kepercayaan pada keaslian produk. Penjualan spare part dari WMS ke jaringan AHASS tetap stabil, menunjukkan bahwa konsumen masih mengutamakan kualitas dan keaslian komponen meski harganya naik.

Harga suku cadang resmi Honda yang naik 15% sejak penurunan rupiah tidak mengurangi minat pembelian konsumen. Mereka tetap membeli suku cadang asli, karena risiko kerusakan akibat spare part tidak asli dianggap lebih besar.

Perubahan nilai tukar rupiah memaksa dealer dan konsumen menyesuaikan diri. Namun, permintaan suku cadang tetap stabil, menandakan bahwa kepercayaan pada kualitas Honda Genuine Parts masih kuat di pasar Indonesia.

Depresiasi RupiahHonda Spare PartPT Wahana Makmur Sejati (WMS)AHASSHonda Genuine PartsPermintaan KonsumenHarga Naik 10-15%Pasar Indonesia

Komentar

Memuat komentar...