Inflasi Juni 3,34%, Tito Sebut Terkendali

Lina F. · 2 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Inflasi Juni 3,34%, Tito Sebut Terkendali

Gambar atau konten salah?

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut inflasi nasional pada Juni 2026 masih berada dalam batas wajar. Angkanya tercatat 3,34% secara tahunan. Meski begitu, ada beberapa sektor yang mendorong kenaikan harga.

Pernyataan itu disampaikan Tito setelah mengikuti rapat koordinasi inflasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rapat tersebut dihadiri oleh Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan Badan Pusat Statistik. Menurut Tito, pertemuan semacam ini sudah menjadi agenda rutin.

"Yang intinya adalah inflasi kita di angka 3,34% relatif terkendali di bawah target nasional. 3,5 persen maksimal. Kemudian kalau kita lihat dari month to month nya, memang ada tren naik," kata Tito di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kenaikan inflasi bulanan terutama berasal dari sektor transportasi. Subsektor angkutan udara menjadi penyumbang terbesar. Tito menjelaskan, momentum liburan sekolah menjadi faktor utama di balik lonjakan ini.

Di luar transportasi, sektor makanan dan minuman juga ikut mendorong inflasi. Harga bawang putih, beras, dan minyak goreng mengalami kenaikan. Hal ini sudah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat tersebut.

"Itu yang saya sampaikan tadi kepada Menko (Airlangga). Sekarang lagi dikoordinasikan langkah-langkah untuk menangani masalah. BBM kan jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi. Tapi sektor yang lain seperti bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens," jelas Tito.

Pemerintah daerah sudah mendapat instruksi dari Tito untuk bergerak cepat. Daerah dengan inflasi tinggi diminta menambah pasokan bahan pokok. Wilayah Indonesia timur dan Aceh disebut sebagai daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi.

"Kalau target saya daerah-daerah yang tinggi-tinggi, di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi gelombang di beberapa daerah tertentu menggunakan kapal yang lebih besar," ujarnya.

Penurunan harga bensin pada Juli diharapkan bisa meredam tekanan inflasi. Namun, koordinasi antar kementerian masih diperlukan untuk mengatasi kenaikan harga di sektor pangan. Distribusi barang ke daerah terpencil juga menjadi perhatian, terutama saat cuaca buruk mengganggu jalur pengiriman.

Secara keseluruhan, inflasi nasional masih di bawah target maksimal 3,5%. Tapi kenaikan bulanan menunjukkan ada tekanan dari sisi transportasi dan pangan. Pemerintah mengandalkan tambahan pasokan dan penurunan harga BBM untuk menjaga stabilitas harga ke depan.

inflasi nasionaltransportasibawang putihharga BBMpasokan bahan pokokkoordinasi kementeriandaerah timur

Komentar

Memuat komentar...