Jembatan Ngancar Tutup 7 Bulan, Lalu Lintas Jatinom Klaten
Gambar atau konten salah?
Jembatan Ngancar di Sungai Ngancar, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten, ditutup mulai hari ini. Penutupan ini dilakukan karena jalur penghubung Klaten-Boyolali sedang dibongkar untuk perbaikan. Papan galvalum menandai batas jalan dari arah Utara (Bandungan) dan Selatan (Jiwan).
Seorang alat berat mulai menghancurkan pagar pengaman sepanjang sekitar 70 meter. Pekerja teknis dan tim DPUPR berada di sekitar jembatan dengan kedalaman sekitar 40 meter. Rambu pengumuman penutupan jalan dipasang sejak jarak 500 meter di simpang-simpang, namun rambu jalur alternatif belum terlihat.
Untuk mengalihkan arus lalu lintas, warga dapat mengambil jalur alternatif dari Jatinom ke Klaten melalui Desa Temuireng, Socakangsi, Tibayan, Beteng, Ngawen, hingga Kota. Kondisi jalan di jalur ini bagus beraspal. Sedangkan dari Karangnongko ke Klaten, alternatif kiri melewati Lampar, Boyolali. Kendaraan muatan dapat mengemudi kanan di simpang empat tugu Desa Jiwan-Jalan Raya Karangnongko-Ngawen/Klaten Selatan, dengan kondisi jalan cor beton dan aspal.
Site manager pelaksana pembangunan, Dwi Marsono, menjelaskan bahwa pembongkaran dimulai. “Jalur sudah ditutup, sosialisasi juga sudah dilakukan. Untuk agenda tujuh bulan dari April hingga awal Desember,” ungkap Dwi kepada Rabu, 29 April 2026 siang. Ia menambahkan, “Jembatan nantinya lebih lebar dari sebelumnya. Total lebar jembatan akan menjadi sekitar tujuh meter.” Dwi juga menjelaskan detailnya: “Jembatan nanti jadi enam meter dengan trotoar kanan dan kiri setengah meter jadi total tujuh meter. Untuk mobil kecil dan motor bisa ke kiri dari arah Karangongko tapi kendaraan besar lewatnya Karangnongko.”
Warga Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, yang bernama Nanto (70), mengaku senang jembatan akhirnya diperbaiki. “Sudah sering rusak cuma ditambal padahal ini dalam sungainya. Jalur penting karena ke arah Boyolali,” katanya.
Ketua Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto, menyatakan pembangunan dilakukan tahun ini dengan anggaran Rp 13 miliar. Ia menegaskan, “Anggaran Rp 13 miliar. Untuk alternatif bisa Jalur Jiwan-Karangnongko dari selatan dari Bandungan-Ngupit (Ngawen).”
Penutupan ini akan berlangsung selama tujuh bulan, dari April hingga awal Desember, menandai langkah penting dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di wilayah Klaten-Boyolali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp 213 Juta
Prakiraan Cuaca Jateng 14 Juli: Hujan Ringan di 3 Wilayah
Hanya Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Tetap Gelar MPLS Meriah
Camat Boyolali Dicopot Usai Kirim Video Porno
Semarang Siapkan Tiga Skema Atasi Sampah, Target 2027.
Penghayat Rayakan Hari Kepercayaan dengan Kirab Obor
Berita Terbaru
Gary Neville: Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu
Steam Raup Pendapatan Rp 201 Triliun di 2026
Kemendikdasmen Atur Pemakaian Gawai di Sekolah
S&P Pertahankan Peringkat Utang RI di Level Investment Grade
56 RT dan RW di Tambak Wedi Ancam Mundur Massal
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Resep Perkedel Kentang Daging Cincang, Gurih dan Renyah
Prancis Incar Balas Dendam ke Spanyol di Semifinal