Mahasiswa Lempar Botol ke DPRD Sumut, Ketua Tak Hadir
Gambar atau konten salah?
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Medan, pada Senin, 22 Juni 2026. Mereka datang dengan satu tuntutan utama: meminta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Situasi sempat memanas ketika para demonstran mulai melemparkan benda-benda ke arah gedung wakil rakyat tersebut. Aksi pelemparan ini dipicu oleh ketidakhadiran Ketua DPRD Sumut, Erni Sitorus, yang dijanjikan akan menemui mereka. Massa merasa dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
"Tadi katanya kami disuruh nunggu 5 menit, tapi sampai sekarang tak kunjung hadir," teriak seorang peserta aksi di lokasi. Kekecewaan mereka semakin memuncak saat Sekretaris DPRD Sumut, Muhammad Ali Sipahutar, justru membacakan surat keterangan sakit atas nama Erni Sitorus. Surat itu didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi, dan Kapolrestabes Medan, Calvijn Simanjuntak.
Ali Sipahutar membacakan surat tersebut di hadapan mahasiswa yang mayoritas berasal dari Universitas HKBP Nommensen Medan. Namun, isi surat itu langsung ditolak mentah-mentah oleh para pendemo. Mereka menilai surat sakit tersebut tidak memenuhi standar administrasi yang berlaku.
"Suratnya tidak ada kopnya, tidak ada keterangan dokternya. Itu namanya surat palsu. Kami menilai DPRD Sumut pembohong," teriak salah satu orator dari tengah kerumunan massa. Pernyataan ini disambut gemuruh kemarahan dari para mahasiswa yang terus bertahan di lokasi.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti dua kebijakan utama Presiden Prabowo. Pertama, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai terlalu banyak menyedot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kedua, mereka menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah.
"Program MBG sangat banyak memakan APBN sampai harus dilakukan efisiensi anggaran. Sementara saat ini semuanya semakin mahal," kata seorang orator di atas panggung aksi. Mereka menuntut agar kebijakan tersebut dievaluasi ulang karena dinilai tidak tepat sasaran di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih setia menduduki Jalan Imam Bonjol tepat di depan gedung DPRD Sumut. Mereka masih menunggu kedatangan Ketua DPRD Sumut untuk menemui dan mendengarkan langsung tuntutan yang mereka sampaikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anggaran Benih Jagung Sumut Rp 12 M Ternyata Salah Input, Jadi Rp 4,7 Miliar
Harga Cabai Merah di Sumut Tembus Rp 60 Ribu, Lampaui HET
Balita Ibas Terseret Gorong-Gorong Saat Hujan Deras, Belum Ditemukan
Prabowo Kirim Anggrek Ungu ke Rumah Jokowi di Solo
Hujan Ringan Guyur Medan dan Sekitarnya Hari Ini
BMKG Rilis Cuaca Sumatera Barat 22-23 Juni: Hujan Lebat di Beberapa Daerah
Berita Terbaru
Mahasiswa Lempar Botol ke DPRD Sumut, Ketua Tak Hadir
Eceng Gondok dan Sampah Cemari Waduk Jangari
Ambulans Terjebak Konvoi, Pasien Kritis Meninggal
Protes Surabaya: Desak Prabowo-Gibran Turun
Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Tiga Bulan Mulai Juli 2026
Yamaha Rayakan 10 Tahun Aerox, Ribuan Biker Kumpul di Jakarta
Pertandingan ke-1.000 Piala Dunia: Jepang Hajar Tunisia
Revitalisasi Keraton Solo Dimulai, Dua Kubu Bersaing
