MAN 3 Padang Normal Usai Ledakan Bom Rakitan

Maya K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
MAN 3 Padang Normal Usai Ledakan Bom Rakitan

Gambar atau konten salah?

Suasana di MAN 3 Padang sudah kembali seperti sediakala. Hanya sehari setelah insiden ledakan bom rakitan, para siswa sudah bisa mengikuti pelajaran seperti biasa. Pada Rabu, 15 Juli 2026, ratusan siswa baru dan lama terlihat berkumpul dalam kegiatan Mata Muda (Masa Taaruf Murid Madrasah). Program ini merupakan masa orientasi untuk siswa baru.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan bahwa aktivitas berjalan normal pada hari itu. "Hari ini Alhamdulillah, aktivitas berjalan normal. Tadi anak-anak masuk seperti biasa. Ada yang sudah hadir sejak 06.30 WIB, karena hafalan Alquran. Tahfidz ya. 06.45 sudah hadir semuanya. Lalu kita kumpulkan mereka untuk mulai kegiatan apel pagi," ujarnya.

Apel pagi juga dimanfaatkan untuk memulihkan rasa percaya diri para siswa. "Untuk memberikan apa namanya, kepercayaan ya bahwa tidak ada masalah yang perlu mereka khawatirkan," kata Marliza. Ia menambahkan, "Untuk mengobati traumatik dari siswa kita sendiri, antara lain tadi kita memberikan edukasi, kemudian kita juga menanyai anak-anak itu bagaimana kondisinya, apakah ada kekhawatiran. Tapi Alhamdulillah seperti yang kita lihat tadi, anak-anak melaksanakan kegiatan senam dengan senang, dengan tidak ada kekhawatiran di wajah mereka."

Tahun ini, MAN 3 Padang menerima 205 siswa baru. Total keseluruhan siswa di sekolah tersebut kini mencapai lebih dari 600 orang. Marliza mengaku tidak mengetahui adanya laporan perundungan yang mungkin menjadi pemicu insiden ledakan. "Sepanjang kami tahu ya, data-data yang ada sama kita, nggak ada dia pernah melapor. Belum pernah dia melapor. Kawan-kawannya juga tidak ada melaporkan," katanya.

Ledakan terjadi saat jam istirahat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Seorang siswa berinisial S dari kelas 12 diamankan setelah kejadian. Siswa tersebut yang membawa bom rakitan hingga menyebabkan ledakan. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, mengatakan, "Sudah, sudah kita amankan. Dibawa ke Polresta Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut." Ia juga menambahkan, "Saya tidak tahu persis kondisinya di dalam kelas. Tapi tidak ada korban jiwa, karena ledakan terjadi pada jam istirahat." Susmelawati mengulangi, "Tidak ada korban jiwa, hanya bunyi dentuman dan asap yang mengepul di ruangan kelas."

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan di lingkungan sekolah perlu terus diperhatikan. Meski tidak ada korban jiwa, ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap barang-barang berbahaya yang mungkin dibawa siswa. Pihak sekolah kini fokus pada pemulihan psikologis siswa dan memastikan kegiatan belajar berjalan lancar.

ledakan bom rakitanMAN 3 Padangsiswapemulihan traumakeamanan sekolahpengawasan barang berbahaya

Komentar

Memuat komentar...