Matcha, Alternatif Kopi untuk Umur Panjang dan Penuaan Sehat

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Matcha, Alternatif Kopi untuk Umur Panjang dan Penuaan Sehat

Gambar atau konten salah?

Di banyak rumah, pagi dimulai dengan secangkir kopi yang dipercaya dapat menyalakan energi dan fokus. Namun, beberapa ahli gizi menyoroti minuman lain yang lebih mendukung umur panjang dan penuaan sehat: matcha, teh hijau khas Jepang.

Matcha dibuat dari daun teh hijau yang dihaluskan menjadi bubuk halus. Karena seluruh daun dikonsumsi, kandungan nutrisi dan antioksidan lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Minuman ini dapat disajikan panas atau dingin, sehingga fleksibel untuk berbagai selera.

Antioxidant utama dalam matcha adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami lebih banyak stres oksidatif yang dapat memicu penuaan sel dan penyakit kronis. “Seiring bertambahnya usia, tubuh kita secara alami mengalami lebih banyak stres oksidatif, yang dapat berkontribusi pada hal-hal seperti penuaan sel dan penyakit kronis,” jelas Val Warner, MS, RD, CSSD, CPT. “Minum matcha secara teratur dapat membantu mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini.”

Menurut Seema Shah, MPH, MS, RD, kandungan antioksidan matcha bahkan lebih tinggi daripada teh hijau biasa. “Matcha lebih kaya akan polifenol, seperti EGCG, daripada teh hijau, karena seluruh daun teh dikonsumsi saat disiapkan,” jelas Shah. Selain EGCG, matcha mengandung rutin, quercetin, klorofil, dan karotenoid, semua berperan anti-penuaan.

Matcha juga mengandung prebiotik yang bermanfaat bagi mikrobioma usus. Prebiotik memberi makan bakteri baik yang menghasilkan butirat, senyawa antiinflamasi penting untuk saluran cerna dan sistem imun. “Mikrobioma yang sehat memainkan peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan peradangan,” kata Warner. Kesehatan usus yang baik, menurutnya, memengaruhi proses penuaan tubuh secara keseluruhan.

Keunggulan lain matcha dibanding kopi terletak pada kombinasi kafein dan L-theanine, asam amino yang meningkatkan fokus dan ketenangan. “(Matcha) mendukung kesehatan kognitif, suasana hati, dan daya ingat yang baik,” tambah Shah. Kombinasi ini membuat energi terasa lebih stabil, tanpa gelisah yang sering dialami setelah minum kopi.

“L-theanine bekerja secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan energi yang tenang dan terfokus, tanpa perasaan gelisah yang dialami beberapa orang setelah minum kopi,” tambah Warner. Kandungan ini juga membantu menjaga fungsi otak dan konsentrasi seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, Lisa Andrews, MEd, RD, LD mengingatkan bahwa matcha tetap mengandung kafein yang mungkin tidak cocok untuk semua orang. “Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin ingin menghindari atau membatasi konsumsi matcha, karena kandungan kafeinnya lebih tinggi daripada teh biasa,” tuturnya.

Untuk membuat matcha latte, para ahli menyarankan menggunakan susu nabati tanpa gula, seperti susu almond, oat, kedelai, atau kelapa. Dengan cara ini, manfaat antioksidannya tetap optimal.

Kesimpulannya, matcha menawarkan kombinasi antioksidan kuat, prebiotik, dan keseimbangan kafein serta L-theanine yang mendukung kesehatan otak, usus, dan fokus. Namun, bagi yang sensitif terhadap kafein, konsumsi harus dipertimbangkan. Dengan cara ini, matcha dapat menjadi pilihan minuman pagi yang mendukung umur panjang dan penuaan sehat.

matchaantioksidanEGCGprebiotikkafeinL-theaninekesehatan otakusus

Komentar

Memuat komentar...