Pankreatitis Akut Pasien Diet Ekstrem, Berat Cepat Menyengat

Bambang W. · 2 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Pankreatitis Akut Pasien Diet Ekstrem, Berat Cepat Menyengat

Gambar atau konten salah?

Keinginan untuk menurunkan berat badan dengan cepat membuat beberapa orang memilih pola makan ekstrem, yang terkadang berujung fatal. Salah satu contoh nyata terjadi pada seorang wanita berusia 25 tahun yang tinggal di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Ia dikenal dengan nama samaran Qingqing, memiliki tinggi 155 cm dan berat 55 kg sebelum memulai diet. Pada beberapa bulan lalu, Qingqing memutuskan untuk menurunkan berat badan secara drastis. Pola yang ia terapkan mengharuskan ia mengonsumsi porsi sangat kecil selama enam hari dalam seminggu, lalu bebas menyantap apa saja pada hari ketujuh.

Selama enam hari tersebut, Qingqing hanya memakan sayuran rebus, dada ayam, dan buah rendah gula. Ia juga membatasi asupan energinya hingga tidak lebih dari 800 kalori per hari. Pada hari ketujuh, ia menyantap berbagai makanan tinggi lemak dan kalori, seperti hot pot, ayam goreng, mie instan pedas rasa ayam, teh susu, dan kacang-kacangan.

Hasilnya, berat badannya turun 7,5 kilogram dalam waktu satu bulan. Namun, kondisi kesehatannya justru memburuk. Pada 14 Mei 2026, setelah enam hari menjalani diet ketat, Qingqing kembali menikmati ‘cheating day’. Ia menghabiskan satu ember besar ayam goreng siang, lalu pada malam hari menyantap dua bungkus mie instan pedas.

Beberapa jam kemudian, Qingqing merasakan nyeri hebat pada area perut, pinggang, dan punggung. Kondisinya juga disertai muntah berulang kali. Karena rasa sakit yang tidak kunjung mereda, ia dilarikan ke Rumah Sakit Afiliasi Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang.

Dokter di sana mendiagnosis Qingqing mengalami pankreatitis akut atau peradangan pankreas akut. Pihak rumah sakit menyebut kasus serupa semakin sering ditemukan pada pasien muda yang menjalani diet ekstrem lalu mengimbanginya dengan makan berlebihan.

“Demi menurunkan berat badan, banyak orang hanya makan sekali sehari karena mengira cara itu bisa membuat tubuh lebih kurus. Padahal metode ini dapat mendorong pankreas hingga berada di ambang kerusakan,” ujar seorang dokter dari rumah sakit tersebut. “puasa atau pembatasan makan dalam jangka panjang membuat pankreas berada dalam kondisi kerja minimal.”

Dokter menjelaskan bahwa puasa atau pembatasan makan dalam jangka panjang membuat pankreas berada dalam kondisi kerja minimal. Ketika seseorang tiba-tiba mengonsumsi makanan tinggi lemak dan minyak dalam jumlah besar, pankreas dipaksa menghasilkan enzim pencernaan dalam waktu singkat. Kondisi itu dapat memicu kerusakan pada organ tersebut.

Selain pankreatitis, dokter juga mengingatkan bahwa metode diet ekstrem berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lain. Karena itu, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan pola makan seimbang dan tetap memenuhi kebutuhan gizi harian.

Kasus Qingqing menyoroti bahaya pola diet yang terlalu ketat dan kemudian diikuti dengan konsumsi berlebihan. Pankreas, organ penting dalam pencernaan, dapat tertekan secara drastis ketika beralih dari kondisi kerja minimal ke produksi enzim yang tinggi. Penurunan berat badan yang aman memerlukan pendekatan bertahap, bukan lompatan drastis yang menimbulkan risiko kesehatan serius.

diet ekstrempankreatitis akutpembatasan makanperadangan pankreaspenurunan berat badan cepatcheating day

Komentar

Memuat komentar...