Polda Sumsel dan Lanud SMH Perkuat Sinergi TNI-Polri
Gambar atau konten salah?
Pertemuan antara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang (Lanud SMH) baru saja berlangsung di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Palembang. Acara ini menjadi ajang penting untuk membicarakan kerja sama antara dua institusi negara.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menyampaikan pandangannya soal hubungan TNI dan Polri. Menurut dia, kekuatan utama bangsa dalam menjaga keamanan dan mengawal pembangunan nasional ada pada soliditas kedua institusi tersebut. "Sinergi TNI-Polri merupakan modal strategis bangsa yang harus terus dipelihara dan diperkuat," ujarnya saat menerima audiensi Komandan Lanud yang baru.
Irjen Sandi Nugroho menambahkan bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik bisa menghadirkan stabilitas keamanan yang kondusif. Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan pembangunan nasional bisa berjalan optimal. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan dan membahas langkah-langkah kolaboratif dalam menjaga keamanan wilayah.
Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain pengamanan objek vital, koordinasi penanganan situasi kontinjensi, serta penguatan sinergi untuk mendukung program-program strategis pemerintah. Stabilitas keamanan yang terjaga dianggap sebagai fondasi utama bagi kelancaran aktivitas pemerintahan, investasi, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.
Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, menyampaikan apresiasinya. Ia berterima kasih atas sambutan yang diberikan jajaran Polda Sumsel. "Kami siap membangun koordinasi dan komunikasi yang semakin erat bersama Polda Sumsel," kata Kolonel Asep. Ia menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri adalah kunci dalam menjaga stabilitas keamanan daerah dan mendukung berbagai program pemerintah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, juga angkat bicara. Menurutnya, hubungan harmonis antara TNI dan Polri bukan sekadar simbol kebersamaan institusi. "Sinergi TNI dan Polri bukan sekadar simbol kebersamaan institusi, tetapi merupakan kekuatan nyata dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung keberhasilan pembangunan," tegas Kombes Nandang. Ia menambahkan bahwa Polda Sumsel akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama seluruh unsur TNI demi menghadirkan rasa aman dan perlindungan terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Melalui pertemuan ini, Polda Sumsel dan Lanud Sri Mulyono Herlambang berkomitmen untuk terus meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama kelembagaan. Tujuannya menjaga stabilitas keamanan, memperkuat ketahanan wilayah, dan mendukung terwujudnya Sumsel yang aman, kondusif, dan produktif sebagai bagian dari pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Hubungan antara TNI dan Polri di Sumsel ini bukan sekadar seremoni. Ada kerja nyata di baliknya — mulai dari pengamanan objek vital hingga penanganan situasi darurat. Kedua institusi sepakat bahwa tanpa stabilitas keamanan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sulit tercapai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Target Juli 2026: Sengketa Lahan Exit Tol Pangkalan Balai Rampung
Sumsel terima heli water bombing baru, kini 7 unit armada udara siaga karhutla
BMKG Peringatkan Kekeringan Parah di Sumsel, Warga Diminta Hemat Air
Muba Targetkan Penurunan 50 Persen Karhutla Tahun Ini
Peralihan Listrik MEP ke PLN Lampaui Target, Capai 102%
Musim Kemarau Sumsel Dimulai, Hujan Lokal Masih Berpotensi
Berita Terbaru
Polda Sumsel dan Lanud SMH Perkuat Sinergi TNI-Polri
Bezzecchi Dilarang Balap MotoGP 2026 Usai Pukul Petugas Sirkuit
Rumah Jokowi Diserbu Warga di Ultah ke-65, Antre Salaman dan Foto
Hipertensi Kini Ancam Kaum Muda, Waspada Silent Killer
Tuna Berjamur Jadi Incaran Pecinta Kuliner di Jepang
Wuling Motors Akui Hambatan Kontainer, Klaim Sudah Selesai
Deniz Undav Samai Gol Messi dan David di Piala Dunia 2026
Lacak Posisi Lewat HP: 4 Metode dari IP hingga Google Maps
