Puasa Tarwiyah 1447 H: Persiapan Spiritual Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sering dipertimbangkan umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha pada tahun 1447 H/2026. Ibadah ini dipraktekkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Puasa Arafah, dan menjadi persiapan spiritual bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan melaksanakan ibadah haji.
Istilah Tarwiyah berasal dari bahasa Arab “ar‑rawi” yang berarti membawa air atau merenungkan. Dalam tradisi haji kuno, jamaah haji menyiapkan bekal air sebelum menuju Arafah. Konsep ini tercermin dalam puasa yang dinamakan Tarwiyah, yang menekankan kesiapan batin dan fisik sebelum menunaikan ibadah besar.
Puasa Tarwiyah dikategorikan sebagai sunnah muakkadah, artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Umat yang tidak dapat melakukan haji diharapkan memperoleh pahala besar melalui pelaksanaan puasa ini, sekaligus meneladani keteladanan Rasulullah SAW.
Berikut jadwal pelaksanaan puasa pada kalender Hijriyah 1447 H:
• 1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
• 8 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 25 Mei 2026 (Puasa Tarwiyah)
• 9 Dzulhijjah 1447 H: Selasa, 26 Mei 2026 (Puasa Arafah)
• 10 Dzulhijjah 1447 H: Rabu, 27 Mei 2026 (Hari Raya Idul Adha)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa – “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”
Pelaksanaan puasa ini mengikuti beberapa tata cara yang dimulai dari niat hingga berbuka puasa. Berikut langkah-langkahnya:
1. Membaca Niat Puasa Tarwiyah – Niat dapat diucapkan di dalam hati, menegaskan kesungguhan hati dalam melaksanakan ibadah.
2. Makan Sahur – Hadits menegaskan pentingnya sahur: “Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari). Sahur memberi energi dan keberkahan bagi puasa.
3. Menjaga Perilaku – Selama puasa, umat diajak menahan diri dari perkataan kasar, bergunjing, atau pertengkaran. Sikap yang tenang meningkatkan pahala puasa.
4. Menyegerakan Berbuka Puasa – Saat adzan maghrib berbunyi, berbuka secepat mungkin dianjurkan. Doa berbuka puasa: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu – “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah meliputi:
• Nilai Pahala yang Berlimpah – Pahala puasa ini tidak terhitung, menambah kebaikan di akhirat.
• Meneladani Sunnah Rasulullah SAW – Ibadah ini menegaskan kesetiaan kepada ajaran Nabi.
• Menjadi Persiapan Spiritual – Menyiapkan hati sebelum menunaikan ibadah besar.
• Mendekatkan Diri kepada Allah SWT – Melalui puasa dan doa, hubungan dengan Sang Pencipta semakin kuat.
• Melatih Kesabaran dan Keikhlasan – Puasa menumbuhkan ketabahan dan niat murni.
Walaupun tidak diwajibkan, Puasa Tarwiyah tetap menjadi amalan yang banyak dinantikan oleh umat Muslim. Dengan memahami niat, tata cara, dan jadwal pelaksanaannya, diharapkan semua dapat melaksanakan ibadah ini dengan tekun, meningkatkan ketakwaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Puasa Tarwiyah menandai persiapan spiritual menjelang Hari Raya Idul Adha, mengajak umat untuk menambah pahala, meneladani sunnah, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Berita Terbaru
TPA Sarimukti Hampir Penuh, Bandung Tunggulah Status Darurat
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
