Puasa Tarwiyah 1447 H: Persiapan Spiritual Idul Adha

Sari D. · 2 min baca · 14 hari lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah 1447 H: Persiapan Spiritual Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sering dipertimbangkan umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha pada tahun 1447 H/2026. Ibadah ini dipraktekkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Puasa Arafah, dan menjadi persiapan spiritual bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan melaksanakan ibadah haji.

Istilah Tarwiyah berasal dari bahasa Arab “ar‑rawi” yang berarti membawa air atau merenungkan. Dalam tradisi haji kuno, jamaah haji menyiapkan bekal air sebelum menuju Arafah. Konsep ini tercermin dalam puasa yang dinamakan Tarwiyah, yang menekankan kesiapan batin dan fisik sebelum menunaikan ibadah besar.

Puasa Tarwiyah dikategorikan sebagai sunnah muakkadah, artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Umat yang tidak dapat melakukan haji diharapkan memperoleh pahala besar melalui pelaksanaan puasa ini, sekaligus meneladani keteladanan Rasulullah SAW.

Berikut jadwal pelaksanaan puasa pada kalender Hijriyah 1447 H:

• 1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
• 8 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 25 Mei 2026 (Puasa Tarwiyah)
• 9 Dzulhijjah 1447 H: Selasa, 26 Mei 2026 (Puasa Arafah)
• 10 Dzulhijjah 1447 H: Rabu, 27 Mei 2026 (Hari Raya Idul Adha)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa – “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”

Pelaksanaan puasa ini mengikuti beberapa tata cara yang dimulai dari niat hingga berbuka puasa. Berikut langkah-langkahnya:

1. Membaca Niat Puasa Tarwiyah – Niat dapat diucapkan di dalam hati, menegaskan kesungguhan hati dalam melaksanakan ibadah.

2. Makan Sahur – Hadits menegaskan pentingnya sahur: “Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari). Sahur memberi energi dan keberkahan bagi puasa.

3. Menjaga Perilaku – Selama puasa, umat diajak menahan diri dari perkataan kasar, bergunjing, atau pertengkaran. Sikap yang tenang meningkatkan pahala puasa.

4. Menyegerakan Berbuka Puasa – Saat adzan maghrib berbunyi, berbuka secepat mungkin dianjurkan. Doa berbuka puasa: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu – “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah meliputi:

Nilai Pahala yang Berlimpah – Pahala puasa ini tidak terhitung, menambah kebaikan di akhirat.
Meneladani Sunnah Rasulullah SAW – Ibadah ini menegaskan kesetiaan kepada ajaran Nabi.
Menjadi Persiapan Spiritual – Menyiapkan hati sebelum menunaikan ibadah besar.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT – Melalui puasa dan doa, hubungan dengan Sang Pencipta semakin kuat.
Melatih Kesabaran dan Keikhlasan – Puasa menumbuhkan ketabahan dan niat murni.

Walaupun tidak diwajibkan, Puasa Tarwiyah tetap menjadi amalan yang banyak dinantikan oleh umat Muslim. Dengan memahami niat, tata cara, dan jadwal pelaksanaannya, diharapkan semua dapat melaksanakan ibadah ini dengan tekun, meningkatkan ketakwaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah menandai persiapan spiritual menjelang Hari Raya Idul Adha, mengajak umat untuk menambah pahala, meneladani sunnah, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Puasa TarwiyahHari Raya Idul AdhaDzulhijjahHajiSunnah muakkadahPahalaPersiapan spiritualNiat puasa

Komentar

Memuat komentar...